Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Wabup Pelalawan Kecewa Berat ke PT PHI Unit Langgam

301
×

Wabup Pelalawan Kecewa Berat ke PT PHI Unit Langgam

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan – Wakil Bupati Pelalawan H.Nasarudin,SH.MH kecewa berat terhadap PT. Permata Hijau Indonesia (PHI) Unit Langgam yang berada di desa Kemang kecamatan Pangkalan Kuras Kabupaten Pelalawan Riau. Rabu (30/05/2023).

Kekecewaan orang nomor Dua (2) di Kabupaten Pelalawan di sebabkan karena PT PHI yang dulunya PT Langgam Inti Hibrindo (LIH) tak hadir di saat kegiatan apel penanggulangan bencana alam kebakaran hutan dan lahan yang di gelar pada hari Rabu (30/05) di halaman Kantor Camat Pangkalan Kuras.

“Setelah saya (Nasarudin) cek satu persatu kelengkapan alat pemadam kebakaran (Damkar) dan tim regu pemadam kebakaran (RPK) dan tim regu masyarakat peduli api (MPA) dari 12 (Dua Belas) perusahaan yang tak hadir hanya PT PHI yang tak hadir. sudah hebat dan bagak perusahaan ni kali ya,” ucapnya.

Kita ketahui bersama, kegiatan apel penanggulangan bencana alam kebakaran hutan dan lahan sangat penting sekali, jangan di pandang sebelah mata,pastinya konsekuensinya bagi perusahaan perkebunan sawit sudah tau jika tak patuh dan tidak peduli dalam kegiatan pencegahan dan penanggulangan yang menjadi atensi presiden RI Joko Widodo,” imbuhnya

 

Camat pangkalan kuras,Sri Nursari,SE, dalam sambutannya sangat jelas, semua perusahaan yang ada di wilayah ini sudah di undang dan di beritahu semuanya,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketua Komisi III, DPRD Pelalawan, Carels ,S.sos. wakil rakyat yang merakyat ini mengatakan, jelas perusahaan PT PHI ini tidak menghargai pemerintah daerah Pelalawan.

Sebenarnya kita dari DPRD Pelalawan beberapa minggu yang lalu melalui pimpinan DPRD Baharudin,SH.MH meminta PT PHI untuk hadir harring bersama komisi 1,2 dan 3 terkait beberapa kegiatan yang ada di areal perusahaan tersebut.

“Termasuk kami ingin membahas terkait maslah persiapan mereka terhadap karlahut, karena kita ketahui bahwa berapa bulan ini cuaca exstrim melanda daerah kita

Jadi kita tau areal areal mereka hampir 90% di areal rawa (gambut), tentunya rawan kebakaran

“Namun mereka meminta untuk di tunda pertemuan tersbut… insyaaallah di bulan Juni ini akan kita jadwal kan kembali untuk harring bersama perusahaan tersebut,

Kita ingin tau sejauh mana tanggung jawab mereka terkait lingkungan dan hal2 yg lain, berkaitan tanggung jawab mereka sebagai pengusaha di wilayah Kab Pelalawan ini

“Dimintak semua perushaan untuk serius meng antisipasi dampak dari cuaca exstrim saat ini

Kami sangat menyangkan masak masih ada perusahaan tidak hadir dalam kegiatan apel kesiap siagan terhadap karlahut yang di laksanakan di halaman kantor camat pkl kuras tersbut

“,Sama – sama kita tau bahwa hampir tiap tahun pkl kuras ada lahan yan terbakar,” tegas Carles,S.sos

Humas PT PHI Unit Langgam, Yusman saat di konfirmasi melalui selulernya 0812-6xx6-6290 tidak aktip. (DN).


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.