Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pemkab Rohil Respon Positif Aplikasi Monitoring Korupsi KPK

46
×

Pemkab Rohil Respon Positif Aplikasi Monitoring Korupsi KPK

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bagansiapiapi, Kompas 1 Net– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meluncurkan aplikasi  Monitoring Center for Prevention (MCP) untuk melakukan monitoring capaian kinerja program pencegahan korupsi melalui perbaikan tata kelola pemerintahan tahun 2023. Peluncuran ini langsung dilaksanakan secara virtual yang dihadiri Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong serta jajaran kepala OPD se-Kabupaten Rokan Hilir pada hari Selasa (21/3/2023)

Dalam Rapat Koordinasi Pimpinan Kementrian Lembaga Program Pemberantasan Korupsi Pemerintah Daerah dan Peluncuran Indikator MCP tahun 2023.

Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK, Brigjen Pol Didik Agung Wijanarko menyampaikan, aplikasi ini akan memantau secara real time indeks pencegahan korupsi didaerah.

Didik berharap, melalui kegiatan ini menjadi tonggak pencegahan korupsi didaerah pada tahun 2023. Selanjutnya, kegiatan ini akan memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam melaksanakan koordinasi serta memperkuat kerjasama KPK dengan Kemendagri serta BPKP dalam melaksanakan pencegahan korupsi didaerah.  Koordinasi yang baik antar lembaga dan instansi, katanya, sehingga dapat menciptakan tata kelola yang baik didaerah dari praktek Korupsi.

Sementara itu,  Sekjen Jendral Kemendagri, DR Suhajar Diantoro  menyebutkan, pemerintah melalui Kemendagri sangat fokus pemberantasan korupsi pada tujuh area dilembaga pemerintahan yakni pada  Pengadaan barang dan jasa,  pelayanan dan Perizinan,  Penguatan APIP, Manajemen ASN, Optimasi Pajak dan Pengelolaan Aset Daerah. Dia menegaskan, tidak akan memberikan ruang kepada pelaku korupsi terutama pada bidang birokrasi.

Kepala Badan Pengawas Keuantan Pusat (BPKP) , DR Muhammad Yusuf Ateh,MBA menyatakan bahwa urgensi pengawalan akuntabilitas adalah untuk mmperkuat pencegahan korupsi didaerah. Menurutnya, kecurangan semakin kompleks dan terencana karena bukan hanya melibatkan ASN, tapi juga swasta.

” Temuan kecurangan pada tahun 2022 sebesar Rp 37,1 triliun dan penyelamatan keuangan negara sebesar Rp  76.32 triliun. Permasalahan lain adalah pelayanan publik yang rawan pungli, berbelit, mahal dan lama. Berbagai program dan kegiatan sifatnya habis pakai serta tidak bermanfaat,” cetusnya.

 

Yusuf meminta kepada seluruh stake holder untuk tidak ragu datang ke BPKP untuk menanyakan langsung dengan auditor baik dari tahap perencanaan maupun penganggaran untuk mengetahui dimana letak kekurangan supaya segera diidentifikasi.

” Jadi sebenarnya tinggal nanya saja dengan kami. Kami sangat senang berkonsultasi baik itu pengadaan barang dan jasa dan kita berharap bisabbekerja sama agar mencapai tujuan sebagaimana mestinya,” ucapnya.

Menurutnya, pihaknya  sudah banyak pengalaman  membantu hampir seluruh Kabupaten dan Provinsi seluruh Indonesia baik sistem manajemen ASN tentang sistem perekrutan ataupun sistem manajemen aset data kelola desa.

” Sampaikan aja jika bapak ibu butuh kami dari BPKP siap membantu seoptimal mungkin.  Jika yang datang APIP kita akan beritahukan yang mana kekurangan dan kami sudah beritahukan kepada seluruh BPKP agar membantu selurh APIP agar membantu bagaimana cara kerjanya,” kata Yusuf.

Tempat sama, ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan bahwa  musuh kita bersama adalah bagaimana menyelesaikan kemiskinan, kemakmuran, pembangunan manusia. Untuk itu, dirinya mengajak rekan rekan untuk mengembalikan cita cita luhur bangsa agar  Indonesia bebas dari korupsi dan dia menganggap “Corruption is a Crime Againts Humanity”.

Dalam pemaparannya, ada 5 prioritas kerja presiden 2019- 2024 yakni mempercepat dan melanjutkan pembangunan infrastruktur, pembangunan smber daya manusia, mengundang investasi seluas luasnya unutk membuka lapangan kerja, reformasi birokrasi dan penyusunan APBN yang fokus dan tepat sasaran.

Firli menegaskan, anggota legislatif jangan ada lagi bermain main dengan anggaran “Pokir”. Tidak ada lagi alasan karena biaya mencalon mahal sehingga membuat anda korupsi dan kami tidak segan segan untuk menangkap termasuk pengalokasian dana hibah dengan alasan untuk masyarakat.

Dari data, sudah 36 propinsi kita lakukan pencegahan korupsi  karena lemahnya sistem. Dari hasil   survey indeks prilaku korupsi (IPAK) tercatat pada tahun 2019 nilai IPAK 2,7 , tahun 2020 pada  2,84, tahun 2021 pada angka  2,88 dan 2022 pada angka 3,93. Menurutnya, trend peningkatan yang naik mencerminkan masyarakat Indonesia sudah anti korupsi

Peluncuran aplikasi MCP dihadiri Sekjen KPK, BPKP, Apdesi, Apkasi, Gubri seluruh Indonesia, Bupati dan Walikota Indonesia baik secara fisik maupun virtual. (Rilis/ (Adv)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.