Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bupati dan Wabup Rohil Berikan Bantuan Korban Rumah Kebakaran di Balam Sempurna Kota

79
×

Bupati dan Wabup Rohil Berikan Bantuan Korban Rumah Kebakaran di Balam Sempurna Kota

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Balai Jaya, Kompas 1 Net– Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong dan Wakil Bupati Rohil H Sulaiman melakukan kunjungan terhadap rumah salah seorang warga warga yang menjadi korban kebakaran rumah di Kelurahan Balam Sempurna Kota Kecamatan Balai Jaya, Kamis (2/3/2023).

Pada kesempatan itu, Bupati dan Wabup memberikan bantuan langsung kepada korban pemilik rumah Darma Sitorus berupa sejumlah uang tunai, sembako, peralatan sekolah, peralatan dapur dan lainnya.

Rumah korban Darma Sitorus ludes di lahap si jago merah pada Sabtu 25 February kemarin. Adanya kejadian tersebut diketahui Bupati Rohil melalui melalui media sosial Facebook. Sehingga Bupati menyempatkan diri untuk memberikan langsung bantuan tersebut.

“Pas kejadian kemarin saya masih di Pekanbaru ada kegiatan, saya lihat video kebakaran ini di Facebook. Kebetulan hari ini ada pelantikan penghulu di Baganbatu, makanya saya sempatkan singgah disini,” ungkap Afrizal Sintong dalam sambutannya.

Atas kejadian tersebut, Bupati berharap keluarga Darma Sitorus dan anaknya Sakti Pasaribu dapat bersabar menghadapi cobaan yang dialami saat ini. Bupati berharap kehadiran Pemerintah Kabupaten dapat meringankan beban nya.

“Kami turut berdukacita atas musibah yang terjadi ini. Semoga kita semua dijauhkan dari musibah dan saya berharap masyarakat disini dapat lebih waspada supaya tidak terjadi kebakaran rumah,” ungkap Afrizal Sintong.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Balam Sempurna Kota dan Persatuan Batak Bersatu (PBB) yang juga telah peduli terhadap keluarga Darma Sitorus yang juga lebih dahulu memberikan bantuan dan perhatian.

“Kami mengapresiasi masyarakat disini yang begitu kompak, membentuk panitia dan bersama-sama berikan bantuan untuk bangun rumah ini. Terimakasih kepada bapak ibu semua masyarakat Balam Sempurna Kota,” sebut Bupati.

Hadir juga dalam penyelenggaraan bantuan itu, Anggota DPRD Rohil Risben Nduari Tambunan Saribu, Camat Balai Jaya Fauzan, Dinas Sosial, Lurah Balam Sempurna Kota, serta anggota PBB. (Rilis Diskominfotiks Rohil)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.