Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

H T.Rusli Ahmad Ketum DPP Santri Tani NU Terima Brevet Bhayangkara Bahari dari Direktur Kepolisian Perairan Baharkam Polri

44
×

H T.Rusli Ahmad Ketum DPP Santri Tani NU Terima Brevet Bhayangkara Bahari dari Direktur Kepolisian Perairan Baharkam Polri

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekanbaru – Polairud (Kepolisian perairan dan udara) Polda Riau gelar upacara peringatan hari jadi ke -72, di Mapolda Riau yang dipimpin langsung oleh Kapolda Riau, Irjen Pol Mohammad Iqbal. Senin (5/12/2022).

Turut hadir dalam upacara peringatan HUT Polairud ke -72 tersebut Wakapolda Riau Brigjen Pol Tabana Bangun, Pejabat Utama (PJU) Polda Riau serta jajaran Direktorat Polairud Polda Riau, Kepala Staf Korem 031/WB Kolonel Inf Habzen Sianturi, Dansatpom Lanud RSN.

Perayaan HUT Polairud ke-72 di Mapolda Riau bertemakan ‘”Polairud Profesional dan Efektif Mendukung Pembangunan Ekonomi Maritim Nasional untuk Mewujudkan Indonesia yang Tangguh”.

Setelah kegiatan Upacara perayaan HUT Polairud ke-72, Kapolda Riau Irjen Pol M.Iqbal lakukan penyerahan SK BREVET BHAYANGKARA BAHARI dari Direktur Polisi Perairan Baharkam Mabes Polri Brigjen Pol Mohammad Yassin Kosasih SIK.M.Si kepada H.T. Rusli Ahmad,SE,MM yang diangkat menjadi bapak asuh Polairud Polda Riau karena jabatan dan jasa – jasanya kepada Polisi khususnya Polisi Perairan.

H.T.Rusli Ahmad kepada awak media menyampaikan, rasa haru atas kehormatan, penghargaan dan kepercayaan yang diberikan oleh Mabes Polri melalui Direktur Polisi Perairan Baharkam Polri yang diberikan kepada saya sebagai Bapak Asuh Polairud Polda Riau, pada saat peringatan ulang tahun Polairud yang ke-72 tahun ini.

” Ini akan menjadi suatu tanggung jawab besar bagi saya untuk meningkatkan kembali kepercayaan masyarakat kepada Polda Riau dalam melaksanakan tugas dan fungsinya ditengah masyarakat dalam penegakan hukum, menjaga situasi keamanan ditengah masyarakat dan di perairan,” sebut ketua PWNU Riau

Terima kasih yang sebesarnya saya sampaikan kepada Mabes Polri dan Direktur Polisi Perairan Baharkam Polri Brigjen Pol M. Yassin Kosasih,SIK.M.Si dan juga tentunya kepada Bapak Kapolda Riau Irjen Pol M.Iqbal yang dengan secara langsung memberikan dan menempelkan Brevet Bhayangkara Bahari ke dada saya juga terima kasih saya kepada Kombes Pol Eko Irianto, SIK, Direktur Polairud Polda Riau. Dan bersama ini saya juga menyampaikan selamat HUT Polairud ke -72 kepada Polairud sebut H.T.Rusli Ahmad,SE,MM

 

 

Editor


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.