Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Mendagri: Gebu Minang Bisa Perkuat Ekonomi dan Budaya Bangsa

61
×

Mendagri: Gebu Minang Bisa Perkuat Ekonomi dan Budaya Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta, Kompas 1 Net – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, organisasi Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang) bisa memperkuat bidang ekonomi dan budaya bangsa. Mendagri menyampaikan hal tersebut pada acara Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gebu Minang Periode Tahun 2022-2027 di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Minggu (18/9/2022).

Mendagri mengungkapkan, bidang ekonomi menjadi kehebatan bagi orang-orang Minang. Selain itu, masyarakat Minang sangat terkenal dengan gen ekonominya karena piawai dalam berdagang. Mereka memiliki jaringan ekonomi yang tersebar baik di tingkat nasional maupun internasional.

“Di mana-mana memiliki jaringan ekonomi (seperti) rumah makan Padang. Mau di Kalimantan, Sulawesi, NTT, sampai di Papua, di atas gunung-gunung itu ada rumah makan Padang. Bukan hanya itu, di luar negeri, kita mau ke Australia, Amerika, mau kemana-mana, rumah makan Padang ada,” katanya.

Selain itu, Mendagri memuji masyarakat Minang yang memiliki kelebihan tersendiri dalam hal budaya. Itu bisa terlihat dari cara hidup, seni, bangunan, hingga kuliner yang dimiliki masyarakat Minang. Salah satu yang membanggakan misalnya masakan rendang yang pernah dinobatkan sebagai makanan paling enak di dunia dan membawa nama baik Indonesia di kancah internasional.

“Nah budaya ini harus kita lestarikan, bagian dari kekayaan, bukan hanya masyarakat Minang tapi bagian dari kekayaan Indonesia. Itulah yang selama ini kita dengungkan terus Bhinneka Tunggal Ika, pluralisme, artinya keberagaman ini adalah kekayaan bagi kita,” ungkapnya.

Di sisi lain menurut Mendagri, Gebu Minang bisa memperkuat ekonomi dengan cara membangun jaringan diaspora di tingkat internasional. Dengan adanya jaringan diaspora yang kuat, ini akan mengangkat Indonesia menjadi salah satu motor penggerak di berbagai sektor dunia. Tentu hal ini akan memberikan pengaruh dalam pembangunan di Indonesia.

“Kita berbicara membangun diaspora artinya harus memiliki jiwa perantau. Jiwa perantaunya yang paling kuat itu salah satunya itu adalah masyarakat Minang. Kita harapkan masyarakat Minang tidak hanya berkiprah tingkat nasional dalam bidang ekonomi terutama, tapi juga internasional. (Masyarakat Minang jadi) motor bangsa Indonesia di tingkat internasional, tingkat global,” ujarnya.

Selain itu, Mendagri berharap, Gebu Minang tidak terjebak pada primordialisme yang bersifat eksklusif. Sebab, hal ini dikhawatirkan bakal diikuti oleh daerah lain dan gerakan etnik berubah menjadi gerakan sektoral. Padahal, pendiri bangsa memiliki cita-cita menjadikan Indonesia sebagai negara plural.

“Saya berharap sekali lagi, Gebu Minang ini menjadi kekuatan bangsa, kekayaan bangsa dengan kekuatan budaya dan ekonominya, tidak eksklusif tapi selalu berpikir untuk kemajuan bangsa, motor ekonomi dan motor untuk membangun diaspora internasional,” tandasnya.

 

Puspen Kemendagri

Editor Red Kompas 1 Net


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.