Example floating
Example floating
Banner Infozone
PemerintahPeristiwa

11 Kecamatan Sudah Karam, Bupati  Afrizal Sintong Tetapkan Rohil Darurat Banjir 

215
×

11 Kecamatan Sudah Karam, Bupati  Afrizal Sintong Tetapkan Rohil Darurat Banjir 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net– Dari 18 Kecamatan yang ada di Kabupaten Rokan Hilir, sudah 11 Kecamatan yang terdampak banjir, dimana ada satu Kecamatan (Rantau Kopar) sudah 100 persen rumah warganya terendam banjir. Sehingga Rokan Hilir saat ini dinyatakan darurat banjir. Demikian di sampaikan Bupati Rohil Afrizal Sintong saat mengunjungi warga terdampak banjir di Kelurahan Bagan Timur dan Bagan Jawa Kecamatan Bangko, Jumat Sore (12/1/2023).

Bupati Rohil Afrizal Sintong dalam sambutannya menyampaikan rasa prihatinnya kepada warga yang terdampak banjir dimana musibah banjir ini telah melanda 11 Kecamatan di Rohil. Dan bukan hanya Rohil saja yang mengalami banjir tapi hampir seluruh Kabupaten di Riau.

” Sore hari ini kami dari Pemkab Rohil berkesempatan hadir di sini untuk meninjau warga yang terdampak banjir di Kabupaten Rokan Hilir yang salah satunya di daerah Bagan Timur dan Bagan Jawa Kecamatan Bangko. Dimana saat ini sudah 11 Kecamatan di Kabupaten Rokan Hilir ini terdampak musibah banjir,” kata Afrizal Sintong.

Lanjutnya,” kemarin kami juga sudah meninjau banjir di daerah Sedingin, Sei Keladi dan Rantau Kopar dan berdasarkan data yang masuk ada sekitar 42.000 KK warga Rohil yang terdampak banjir dan bahkan di Kecamatan rantau kopar itu sudah 100% terdampak banjir,” terang Bupati.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan ada 200 paket sembako yang akan dibagikan kepada warga Kelurahan Bagan Timur dan Kepenghuluan Bagan Jawa yang terdampak Banjir.

Bupati juga mengatakan bahwa saat ini Dinas sosial masih menginput data warga dari 11 Kecamatan yang terdampak banjir.

” Saat ini Dinas Sosial sedang menghimpun data warga dari 11 Kecamatan yang terdampak banjir. Mudah-mudahan nanti bisa kami salurkan bantuan ke seluruh masyarakat Kabupaten Rokan Hilir yang terdampak banjir,” ungkapnya.

Banjir tahun ini terang Bupati, merupakan yang terbesar melanda daerah Rokan Hilir dan Propinsi Riau dimana hampir seluruh Kabupaten/Kota terdampak banjir. Bupati Rohil Afrizal Sintong menghimbau kepada masyarakat Rokan Hilir untuk berhati-hati dan waspada terhadap situasi banjir saat ini karena sudah ada korban jiwa di Rohil..

” Perlu kami sampaikan kepada kita semua, bahwa Banjir kali ini yang paling besar, jadi diharapkan semua warga yang terdampak banjir untuk berhati-hati. Karena di dalam musibah banjir ini sudah ada korban jiwa sebanyak dua orang, satu orang tua di Sei Keladi dan satu lagi anak-anak tenggelam di daerah Sintong Pusaka,” jelasnya.

Bupati berharap agar masyarakat Rohil terus berhati-hati dan waspada terhadap situasi banjir ini karena saat ini Rohil bukan lagi status siaga banjir lagi tapi sudah darurat banjir. Untuk itu di sampaikan kepada Datuk Penghulu dan Lurah untuk mendata warganya yang terdampak banjir serta yang mengalami sakit dapat segera dilaporkan.

” Kami ingatkan kepada RT, RW, Datuk Penghulu, Lurah dan Camat untuk melakukan pendataan dan pengawasan terhadap masyarakat kita yang terdampak musibah banjir.”

” Dan bagi masyarakat yang terdampak banjir yang mengalami sakit diare, demam atau gatal-gatal untuk wilayah Kecamatan Bangko bisa langsung berobat ke RSUD Pratomo dengan membawa kartu BPJS dan bagi yang tak memiliki BPJS bisa bawa KTP saja, kami akan layani masyarakat kita yang terdampak banjir dengan berobat gratis,” pesan Bupati. (Rilis)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.