Example floating
Example floating
Ekonomi

Jadi Narasumber di Studio iNewstv Medan, Lucyantini : Mengendalikan Inflasi Tugas Bersama

59
×

Jadi Narasumber di Studio iNewstv Medan, Lucyantini : Mengendalikan Inflasi Tugas Bersama

Sebarkan artikel ini

Medan, Kompas 1 Net – Penguatan sinergitas dan komitmen dari seluruh stakeholder dianggap perlu dilakukan guna meningkatkan produksi pangan strategis dalam mengendalikan inflasi. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumtera Utara Ir.Lucyantini MM, saat menjadi Nara sumber di Studio iNewstv Medan dengan ‘ thema peningkatan produksi pangan, mengendalikan inflasi, pada Rabu yang lalu. (11/12)

Menurutnya dalam meningkatkan produksi pangan strategis dalam mengendalikan inflasi tidak hanya Tugas utama Pemerintah namun perlu peran serta Masyarakat khususnya kelompok Tani, dengan bersama-sama saling melengkapi, tidak saling menyalahkan, namun sama-sama mencari solusi atas persoalan yang kerap dihadapi para Petani pada umumnya.

Sumatera utara sendiri menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumtera Utara Ir.Lucyantini MM, memiliki 3 komuditas proritas yang hingga kini masih swasembada yakni beras, jagung dan cabe merah, Ketiga komuditas ini memang prioritas utama dalam peningkatan produksi, karena memang komuditas-komiditas ini yang selalu berdampak pada inflasi, dikatakan pada awak media Kamis.(22/12/22)

Menurut Lucyantini, meski ketiga komuditas ini mengalami swasembada, namun pihaknya terus memberikan dorongan bagi para petani komuditas lain, untuk terus berupaya meningkatkan produksi, yakni dengan cara memberikan penyuluhan ketiap-tiap daerah Kawasan pertanian, serta memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran, meski selalu adanya tantangan yang tidak bisa terhindarkan, yakni alih fungsi lahan, yang mencapai 10 ribu hektar pertahun.

karena menurutnya tuntutan peningkatan produksi tidak akan berjalan bila lahan pertanian semakin menyusut. ditambah lagi keluarnya permentan nomor 10 tahun 2022, dimana pupuk bersubsidi hanya dibantu 2 jenis saja yakni Urea dan Mpk, Dan jumlah penyalurannya juga sudah dikurangi atau dibatasi. Namun meski demikian Namun pihaknya berjanji akan terus memberikan penampingan kepada para Petani untuk terus meningkatkan hasil produksi.

Sementara menurut salah satu anggota kelompok berkah tani Kabupaten Deli Serdang Supriyadi, kendala yang kerap mereka hadapi ditengah tuntutan peningkatan produksi Pangan Strategis Dalam Mengendalikan Inflasi, memang adanya pembatasan penyaluran pupuk bersubsidi dimana dalam prakteknya terkadang penyalurannya tidak tepat sasaran. Sehingga para petani harus membeli Pupuk nonsubsidi dengan harga yang lebih mahal, yang memaksa mereka harus mengurangi jumlah bibit yang ditanam, karena keterbatasan pupuk bersubsidi.

Selain pupuk, permasalahan yang kerap dihadapi para petani, adalah pasokan air. Khususnya pertanian yang berada dikawasan pesisir Pantai. Karena bila musim kemarau sudah tiba, dipastikan para petani selalu kekurangan air untuk pengairan pertanian, yang membuat hasil produksi tanaman pertanian merekapun kurang maksimal.

Namun ditengah semakin majunya teknologi pertanian saat ini, para petani pun mengaku terbantu dengan berbagai peratan pertanian baik bantuan dari pemerintah maupun mereka beli sendiri, yang memudahkan mereka mencari solusi atas permalsahan yang kerap mereka hadapi. Namun mereka tetap berharap penuh kepada pemerintah untuk terus memberikan bimbingan yang berkesinambungan membantu para petani untuk terus meningkatkan hasil produksi guna mencapai meningkatkan produksi pangan strategis dalam mengendalikan inflasi.

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`