BANGKOK, Kompas1.net – Indonesia menegaskan komitmennya dalam memperkuat inovasi keuangan digital dan penggunaan mata uang lokal di kancah global. Hal itu disampaikan dalam pertemuan 3rd Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) G20 di Bangkok, Thailand, Kamis (15/10).
Delegasi Indonesia diwakili Menteri Keuangan Suahasil Nazara dan Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.
Dalam forum tersebut, Indonesia menyampaikan tiga poin penting. Pertama, mengapresiasi peran Financial Stability Board (FSB) dalam mendorong modernisasi regulasi dan memetakan risiko dari inovasi keuangan digital.
Kedua, Indonesia mendorong pengembangan pembayaran lintas batas berbasis QR dan transaksi mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Langkah ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pembayaran, memperlancar perdagangan, serta memperdalam inklusi keuangan.
Ketiga, Indonesia menyambut baik fokus G20 pada modernisasi pasar uang. Mengingat perbedaan regulasi dan struktur pasar di tiap negara, Indonesia mengusulkan adanya pemetaan awal atau stock-taking exercise sebagai fondasi untuk menentukan prioritas bersama.
Selain itu, Indonesia juga mengapresiasi capaian sektor keuangan di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat tahun ini dan menyatakan siap bekerja sama dengan Inggris sebagai pemegang Presidensi G20 tahun 2027.
Pertemuan ini menegaskan pentingnya kepastian hukum dan regulasi yang jelas untuk inovasi keuangan digital, baik bagi pelaku pasar maupun pembuat kebijakan.
Sumber : Siaran Pers Kemenkeu











