Dumai, Kompas 1 net- Semangat cinta Tanah Air terus digelorakan hingga ke wilayah pesisir dan perbatasan. Melalui Ekspedisi Merah Putih Presisi, Polres Dumai menyambangi Desa Teluk Dalam, Kecamatan Sungai Sembilan, Sabtu hingga Minggu (1–2 Agustus 2026), dengan menghadirkan rangkaian kegiatan sosial, pendidikan, dan pelestarian lingkungan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Kegiatan yang dipimpin Kapolsek Sungai Sembilan Iptu Apriadi itu dipusatkan di SD Negeri 020 Teluk Dalam. Pada momen tersebut, personel Polsek Sungai Sembilan mengganti bendera Merah Putih sekolah yang telah usang dan robek, memberikan santunan kepada para pelajar, menanam mangrove bersama siswa, guru, dan tokoh masyarakat, serta memasang bendera Merah Putih pada kapal-kapal nelayan yang beraktivitas di jalur perairan perbatasan.
Apriadi menjelaskan, Ekspedisi Merah Putih Presisi berupaya untuk menghadirkan simbol kebangsaan dan menguatkan rasa memiliki terhadap Indonesia melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurutnya, Merah Putih harus berkibar dengan layak di setiap sudut negeri, termasuk di wilayah pesisir dan perbatasan. Karena itu, anggota mengganti bendera yang sudah tidak layak, berbagi dengan anak-anak sekolah, sekaligus mengajak mereka menjaga lingkungan melalui penanaman mangrove.
“Harapannya, semangat mencintai bangsa tumbuh seiring kepedulian terhadap alam tempat mereka hidup,” ujar Apriadi.
Ia menambahkan, pemasangan bendera Merah Putih di kapal-kapal nelayan juga menjadi simbol kehadiran negara di kawasan perairan sekaligus pengingat bahwa para nelayan merupakan garda terdepan yang setiap hari menjaga ruang laut Indonesia.
Sementara itu, Kapolres Dumai AKBP Fatikh Dedy Setyawan menegaskan, Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan implementasi Polri yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebangsaan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan secara bersamaan.
Menurutnya, melalui kegiatan ini pihaknya ingin memastikan semangat Merah Putih hadir hingga ke desa-desa pesisir.
Ia berpandangan, anak-anak harus tumbuh dengan rasa bangga sebagai warga Indonesia, sementara masyarakat diajak bersama-sama menjaga ekosistem pesisir yang menjadi sumber kehidupan mereka.
“Inilah semangat Polri Presisi yang hadir, melayani, mengayomi, sekaligus menggerakkan masyarakat untuk menjaga masa depan lingkungan dan bangsa,” kata Fatikh.
Masih menurut Lulusan Akpol 2007 ini, penanaman mangrove menjadi bagian penting dalam mendukung Green Policing yang terus dikembangkan Polda Riau.
Selain berfungsi melindungi kawasan pesisir dari abrasi, mangrove juga menjadi benteng alami yang menjaga keberlanjutan ekosistem laut dan mata pencaharian masyarakat.
“Ekspedisi Merah Putih Presisi di Teluk Dalam menjadi bukti bahwa pengabdian Polri tidak berhenti pada penegakan hukum semata,” ujarnya.
Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan gerakan kebangsaan yang diinisiasi Polda Riau dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Program ini dirancang menjangkau wilayah-wilayah terluar, terpencil, pesisir, kepulauan, hingga kawasan perbatasan yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Melalui kolaborasi bersama berbagai elemen lainnya, ekspedisi ini menghadirkan rangkaian kegiatan sosial, pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan.
Tidak hanya mengibarkan Merah Putih, Ekspedisi Merah Putih Presisi juga membawa pesan bahwa negara hadir hingga ke titik terjauh, sekaligus menguatkan semangat Green Policing Polda Riau melalui aksi nyata menjaga kelestarian alam sebagai bagian dari menjaga masa depan Indonesia.











