Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Diskominfotiks Rohil Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Evaluasi Penyelenggaran Statistik Sektoral

39
×

Diskominfotiks Rohil Gelar Sosialisasi dan Pembekalan Evaluasi Penyelenggaran Statistik Sektoral

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Diskominfotik Rohil, Kompas 1 Net- Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Kabupaten Rokan Hilir menggelar acara forum Data Statistik Sektoral Kabupaten Rokan Hilir yang bertema Sosialisasi dan Pembekalan Evaluasi Penyelenggaran Statistik Sektoral bertempat di hotel Armarosa, Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir, Riau, Senin (26/6/2023). Kegiatan sosialisasi dan pembekalan evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral ini dibuka secara langsung oleh Kadis Kominfotiks Rokan Hilir, Indra Gunawan, SE, MH, mewakili Bupati Rokan Hilir, Afrizal Sintong, S.IP.

Acara ini dihadiri oleh Kepala BPS Rokan Hilir, Ir. Rozalinda, ME, beserta rombongan, Statistisi Ahli Madya BPS Riau, Emilia Dharmayanthi, S.ST, Msi, dan Pranata Komputer Muda BPS Riau, Dadang Sunandar, S.ST, MT. Turut hadir juga Kabid Perencanaan Perekonomian dan SDA Bappeda Rohil, Ahmad Syukri, serta beberapa pejabat tinggi Pratama dan administrator Pemkab Rohil. Selain itu juga, hadir para peserta dari utusan seluruh OPD berjumlah sebanyak 78 orang.

Mengacu pada peraturan BPS nomor 3 tahun 2022, kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengukur kemajuan penyelenggaraan statistik sektoral pemerintah daerah. Selain itu, tujuan acara ini untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral, meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang statistik, dan hasil penilaian dari dua kegiatan statistik yang diajukan dalam EPSS (Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral).

Kadiskominfotiks Rohil, Indra Gunawan, SE, MH, menjelaskan dengan adanya forum ini, diharapkan pemerintah daerah dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya dalam menyusun kebijakan dan program-program pembangunan. Selain itu, melalui evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral, diharapkan dapat tercipta peningkatan kualitas layanan publik yang berkelanjutan di bidang statistik. Acara ini menjadi sarana untuk bertukar informasi, pemahaman, dan pengalaman antara berbagai pihak terkait dalam upaya meningkatkan efektivitas penyelenggaraan statistik sektoral di Kabupaten Rokan Hilir.

Dalam forum ini, peserta akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya statistik sektoral dan bagaimana mengoptimalkan penggunaannya dalam pengambilan keputusan. Melalui diskusi dan presentasi, diharapkan tercipta sinergi antara pemerintah daerah, BPS, dan para peserta untuk mengembangkan metode dan strategi yang lebih baik dalam menghasilkan data statistik sektoral yang berkualitas.

Dalam rangkaian acara ini, akan dilakukan pemaparan hasil evaluasi penyelenggaraan statistik sektoral tahun sebelumnya, serta pembahasan mengenai langkah-langkah perbaikan yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan statistik sektoral di masa mendatang. Tujuan utamanya adalah mencapai penyelenggaraan statistik sektoral yang transparan, akurat, dan dapat diandalkan sebagai dasar pengambilan kebijakan yang tepat.

” Melalui Forum Data Statistik Sektoral Kabupaten Rokan Hilir ini, diharapkan dapat terbentuk kerjasama yang erat antara pemerintah daerah, BPS, dan semua pemangku kepentingan terkait. Hal ini akan menjadi langkah awal dalam membangun sistem statistik sektoral yang kuat dan berkesinambungan, guna mendukung pembangunan yang berkualitas di Kabupaten Rokan Hilir,” tutup Indra (Rilis)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.