Example floating
Example floating
BeritaPerusahaan

Warga Keluhkan Jalan Rusak, AMPAK Riau Dorong Penegakan Hukum terhadap PT EPE

36
×

Warga Keluhkan Jalan Rusak, AMPAK Riau Dorong Penegakan Hukum terhadap PT EPE

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Siak, Kompas 1 net– Aliansi Mahasiswa Peduli Anti Korupsi (AMPAK) Riau mendesak aparat penegak hukum dan instansi terkait untuk menindak tegas aktivitas PT Ekasapta Paramita Energi (EPE) yang diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan Jalan Kampung Sungai Rawa, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak.

Koordinator AMPAK Riau, Dandy Nugraha, mengatakan kerusakan jalan diduga dipicu oleh lalu lintas truk pengangkut cangkang kelapa sawit menuju lokasi penumpukan milik PT EPE. Menurutnya, kendaraan yang beroperasi diduga membawa muatan melebihi kapasitas jalan yang tersedia.
“Jalan Kampung Sungai Rawa merupakan jalan kabupaten kelas III dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) maksimal 8 ton.

Namun, berdasarkan temuan di lapangan, terdapat dugaan kendaraan yang melintas membawa muatan di atas kapasitas tersebut sehingga mempercepat kerusakan badan jalan,” ujar Dandy.

Selain itu, AMPAK juga menemukan sejumlah truk kerap berhenti dan parkir di bahu jalan dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tersebut dinilai semakin memperburuk kerusakan infrastruktur yang sebelumnya telah dibangun menggunakan anggaran pemerintah daerah.

Dandy menegaskan, apabila persoalan ini tidak segera mendapat perhatian dari pihak berwenang, AMPAK akan membawa temuan tersebut ke aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.
PT EPE diketahui telah beroperasi di Desa Sungai Rawa sejak tahun 2020. Sejak beberapa tahun terakhir, masyarakat setempat mengeluhkan kondisi jalan yang terus mengalami kerusakan, meskipun sebelumnya sempat diperbaiki menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten Siak.

Rizal, warga Kampung Besar, mengaku kecewa karena jalan yang baru diperbaiki tidak bertahan lama. Menurutnya, kerusakan jalan menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari, mulai dari kegiatan ekonomi hingga mobilitas warga.

“Ketika jalan selesai diperbaiki, kami sangat senang karena akses transportasi menjadi lebih lancar. Namun, belum lama digunakan, kondisinya kembali rusak parah dan sulit dilalui,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan Leman, warga Sungai Rawa. Ia menuturkan bahwa saat musim hujan, lubang-lubang di jalan tertutup genangan air sehingga membahayakan pengguna jalan, termasuk pelajar, petani, dan pedagang.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Siak bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi terhadap aktivitas angkutan bertonase tinggi yang melintas di wilayah tersebut. Selain itu, warga juga meminta perbaikan jalan dilakukan secara menyeluruh agar akses transportasi kembali aman dan nyaman digunakan.

Mengingat kawasan Sungai Rawa berada di wilayah dengan karakteristik lahan gambut yang rentan terhadap tekanan beban berlebih, pengawasan terhadap kepatuhan batas tonase kendaraan dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan infrastruktur jalan yang digunakan masyarakat.

Example 120x600