Example floating
Example floating
Ekonomi

Stabilkan Harga Minyak Goreng,PT Musim Mas Lakukan Operasi Pasar

34
×

Stabilkan Harga Minyak Goreng,PT Musim Mas Lakukan Operasi Pasar

Sebarkan artikel ini

Pelalawan | Kompas 1 Net — Guna memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap minyak goreng dengan harga yang terjangkau, PT Musim Mas melakukan operasi pasar minyak goreng ritel sebanyak 72 Ton (72.000 liter) kepada masyarakat, khususnya yang ada di sekitar perusahaan.

Kegiatan operasi pasar diadakan, di depan halaman kantor camat pangkalan kuras kabupaten Pelalawan, Riau pada hari Rabu (26/1/2021)

Turut hadir di acara operasi pasar murah, General Manager PT Musim Mas, Jery, Manager Humas PT MM Marlinton Purba bersama staf, Ketua DPRD Pelalawan Baharudin,.SH.Ketua Komisi II DPRD Abdul Nasib,SE. Camat Pangkalan Kuras Firdaus Wahidin,MSI. Kapolsek Pangkalan Kuras Kompol Agustinus Chandra Pietama. Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian Perindustrian Perdagangan Kabupaten Pelalawan ,Kastan.Manager PT Musim Mas,Jery dalam sambutannya menyampaikan.

“Kegiatan operasi pasar ini bertujuan untuk mendukung penuh pemerintah pusat dalam menstabilkan (normal) harga minyak goreng di tengah – tengah masyarakat khususnya.

“Manajemen PT Musim Mas menjual 72 Ton liter ritel ke masyarakat dengan harga minyak goreng 14.000/ liter nya.

“Ya, ini murni subsidi PT MM ,dari terhadap masyarakat, tidak ada bantuan subsidi dari pemerintah pusat.peusahan bekerja sama denga Dinas Koperasi UKM Perindustrian perdagangan Kabupaten Pelalawan

“PT MM murni membantu pemerintah dalam menstabilkan harga normal minyak goreng di pasaran dari harga 22 ribu/ perliternya menjada 14 ribu/ perliter.Sesual Progam pemerintah pusat”terangnya

“Kegiatan operasi pasar ini kita lakukan semala dua hari berturut-turut (Rabu dan Kamis) di Kecamatan Pangkalan Kuras meliputi Lurah Sorek Satu, Desa Batang Kulim, Betung, Desa Kusuma, Desa Talau dan Desa Tanjung beringin.

“Untuk di Kecamatan Bandar Petalangan di Desa Lubuk Terap dan Desa Kuala Sumundam. Di kecamatan Pangkalan Lesung. Desa Pesaguan, Desa Dusun Tua dan Kelurahan Pangkalan Lesung dan Untuk Kecamatan Ukui di Desa Air Mas dan Simpang Pulai,”paparnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian perdagangan Kabupaten Pelalawan, Kastan , menyampaikan.

“Saat ini pemerintah pusat telah menyalurkan subsidi dalam menyetabilkan harga minyak goreng di pasaran dari hari 22 ribu/ liter menjadi 14 ribu/ liternya.

“Untuk kegiatan operasi pasar minyak goreng yang di lakukan PT MM murni subsidi dari manajemen perusahaan, tidak ada bantuan subsidi dari pemerintah,”. ucapnya.

Ketua DPRD Pelalawan , Baharudin,SH menyampaikan,”sangat mengapresiasi kegiatan operasi pasar yang dilakukan PT Musim Mas.

“Ya, ini sangat membantu masyarakat sekali dalam menormalkan harga minyak goreng di pasaran,”ucapnya.

“Berharap sekali, agar perusahaan yang ada di Kabupaten Pelalawan PT SBP,PT CAs, PT SP, PT ADEI, PT LIH, PT SLS, PT Gandaerah Hendana dan perusahaan lain untuk ikut berpartisipasi mendukung penuh Progam pemerintah pusat dalam menstabilkan (normal) harga minyak goreng di pasaran,”Ujarnya

Ketua Komisi II DPRD Pelalawan Abdul Nasib,SE yang turut hadiri di kegiatan tersebut juga mengatakan,”Sangat mengapresiasi operasi pasar minyak goreng yang di lakukan boleh manajemen PT Musim Mas.

“Semoga dengan kegiatan ini masyarakat sedikit terbantu, dan para pedagang eceran, grosir juga dapat membantu program pemerintah pusat dalam menstabilkan harga minyak goreng kembali normal,”Imbuh Abdul Masib,SE. (Dian).

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`