Example floating
Example floating
EkonomiNasional

50 Juta Masyarakat Akan Akses Portal Bansos, Kemkomdigi Uji Ketahanan Sistem

61
×

50 Juta Masyarakat Akan Akses Portal Bansos, Kemkomdigi Uji Ketahanan Sistem

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Kompas 1 net – Menkomdigi Meutya Hafid bersama Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan kepada awak media usai mengikuti Rapat Koordinasi Persiapan Rollout Nasional Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (10/09/2026). Foto: Anhar/Komdigi

Sekitar 50 juta masyarakat diproyeksikan akan mengakses portal digitalisasi bantuan sosial (bansos) ketika layanan tersebut diterapkan secara nasional.

Untuk mencegah gangguan layanan dan memastikan keamanan data, Kementerian Komunikasi dan Digital menyiapkan stress test dan load test sebelum pelaksanaan rollout nasional pada Oktober 2026.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan besarnya jumlah masyarakat yang akan menggunakan layanan tersebut membuat kapasitas dan keamanan sistem menjadi perhatian utama pemerintah.

“Pelayanan harus andal, dan karena itu kita tahu ini menyangkut tadi kurang lebih angkanya 50 juta masyarakat yang kemungkinan secara bersamaan akan mengakses portal ini,” ujar Meutya usai Rapat Koordinasi Persiapan Rollout Nasional Pelaksanaan Perluasan Piloting Digitalisasi di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Jakarta Pusat, Kamis (10/09/2026).

Kemkomdigi akan menguji kemampuan sistem menghadapi lonjakan akses melalui stress test dan load test bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Pengujian tidak hanya mengukur kapasitas layanan, tetapi juga memastikan keamanan sistem dan perlindungan data masyarakat.

“Kita tadi juga sudah sepakat di bawah arahan Pak Luhut untuk melakukan stress test dan load test, bekerja sama tentu dengan BSSN untuk memastikan tadi keandalannya,” kata Meutya.

Menurut Meutya, pemerintah juga akan mengatur pola akses masyarakat untuk menghindari penumpukan permintaan pada waktu yang sama.

Langkah ini menjadi penting karena gangguan layanan pada saat rollout dapat langsung berdampak kepada masyarakat yang membutuhkan akses.

Digitalisasi bansos saat ini telah melalui tahap piloting di sejumlah daerah. Pemerintah kemudian menyiapkan perluasan layanan hingga mencakup seluruh wilayah secara nasional.

Meutya mengatakan antusiasme masyarakat menjadi salah satu pertimbangan dalam memperluas layanan tersebut.

“Masyarakat sangat antusias, ini ditunggu-tunggu, dan karena itu, kita akan lakukan roll out nasional, tidak hanya lagi di 215 kabupaten,” katanya.

Namun, perluasan layanan tidak hanya bergantung pada kemampuan sistem menampung pengguna.

Akurasi data penerima juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan digitalisasi bansos.

Untuk itu, Komdigi dan K/L terkait telah menyiapkan mekanisme sanggah secara digital.

Masyarakat dapat menggunakan mekanisme tersebut apabila menemukan data yang tidak sesuai dan mengajukan koreksi melalui sistem.

“Ketika ada data yang salah, silakan, kita juga sudah menyiapkan mekanisme sanggah secara sistem. Mekanisme sanggah juga sudah siap untuk kemudian data selalu diperbaiki,” ujar Meutya.

Mekanisme tersebut memungkinkan pemutakhiran data terus dilakukan setelah layanan berjalan.

Dengan demikian, digitalisasi tidak berhenti pada pemindahan proses layanan ke sistem elektronik, tetapi juga menyediakan ruang bagi masyarakat untuk memperbaiki data yang keliru.

 

Sumber: Siaran Pers

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`