TEHERAN, Kompas 1 net – Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebut dua kapal tanker minyak yang masing-masing membawa sekitar dua juta barel minyak mentah terbakar setelah menabrak ranjau laut di Selat Hormuz.
Tanker pertama menabrak ranjau hingga memicu ledakan dan kebakaran hebat, sementara tanker kedua juga dilalap api besar, kata kantor berita resmi IRNA pada Sabtu, 18 Oktober 2026.
IRNA menyebut kedua kapal mematikan sistem penentuan posisi dan radar serta mencoba menggunakan rute yang tidak diizinkan Iran. IRGC mengklaim satu tanker mencoba melintas dengan dukungan AS, sementara kapal kedua lumpuh.
Iran merebut kendali Selat Hormuz setelah perang AS-Israel melawan Iran dimulai akhir Februari 2026. Teheran sejak itu mewajibkan semua kapal meminta izin sebelum melintas. Sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati jalur tersebut sebelum perang.
Komandan Angkatan Laut IRGC Laksamana Muda Ali Azmaei memperingatkan kapal yang menonaktifkan sistem navigasi akan dianggap musuh.
Serangan di sekitar jalur tersebut melonjak dalam dua pekan terakhir. Data Kpler mencatat hampir 20,8 juta barel minyak melintas pada 8 Oktober, namun hanya 2,9 juta barel pada 11 Oktober. Gangguan ini mendorong kenaikan harga energi global dan inflasi.
Sumber: Al Jazeera / IRNA














