Example floating
Example floating
Artikel

Ramuan Wirid, Oligharki Menjerit

9
×

Ramuan Wirid, Oligharki Menjerit

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Lebih dari dua ratus jiwa Rakjat Indonesia, linglung menghadapi seorang Aseng Oligharki. Bukan karena tak berdaya, tapi katanya si cukong main akrobat di musim Pilkada, Pilpres dan pandai merapat ke istana. Tapi sesungguhnya yang menjadi penyebab utama, lantaran rakyat Indonesia yang mayoritas muslim lupa senjata pamungkas.

Addu”aa silahul mukmin. Doa adalah senjata orang mukmin ,” Demikian sebuah hadits yang diriwayatkan Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu mengafirmasi kunci kemenangan.

Dalam blantika ajaran Islam yang luas terbentang, terdapat beberapa wirid untuk mengalahkan musuh dan syaitan.

Khusus untuk “perang” dan melawan kesewenangan, terdapat beberapa wirid yang menarik sebagai pilihan.

Pertama wirid untuk Pertahanan (Defensif) diantara Hizib Nawawi, Ratib Al Haddad, Ratib Al Athos, Wirdul Latif dan Almatsurat karya Hasan Al-Banna.

Kedua untuk menyerang musuh, baik yang samar (jin, setan, sihir, tenung) maupun musuh nyata berwujud manusia zalim, gunakan Hizib Nashor, Hizib Barqi, Hizib Maghrobi dan Hizib yang bersifat “keras” lainnya.

Perbedaan kedua kategori Hizib ini sangat jelas. Hizib Hizib bercorak pertahanan diri seperti Hizib Nawawi diatas, tujuannya memastikan benteng anda cukup kuat sambil membidik musuh. Sewaktu saya ke Dumai se mobil dengan Brigjend Purn Edi Natar, kata beliau dalam militer namanya “lindung tembak dan pantau tembak”.

Sedangkan Hizib yang ofensif seperti Hizib Nashor dan Hizib Maghrobi, memang ditujukan langsung untuk menggempur musuh dari kalangan orang dzalim, terus terang saja yaitu Oligharki dan antek anteknya.

Lihat lah salah satu cuplikan frase Hizib Nashor:

Aku memohon kepada-Mu, kiranya Engkau jadikan persekongkolan orang yang bermaksud jahat kepada kami mengakibatkan ia terbantai sendiri, (jadikan) kemakaran orang yang makar kepada kami kembali kepada dirinya, (Jadikan) galian orang yang menggali lubang untuk kami membuatnya jatuh sendiri kedalamnya. Dan orang yang memasang jaring tipuan kepada kami, jadikan ia, wahai Tuhanku, terjerumus kedalamnya, binasa didalamnya dan menjadi tawanannya.”

اللَّهُمَّ بِحَقِّ كهيعص كهيعص كهيعص إِكْفِنَا هَمَّ الْعِدَا

                وَلَقِّهِمُ الرَّدَى, وَاجْعَلْهُمْ لِكُلِّ حَبِيْبٍ فِدَا,

          وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ عَاجِلَ النِّقْمَةِ فِى الْيَوْمِ وَاْلغَدَا

Allahumma bihaqqi kaaf haa yaa ‘aiin shaad, kaaf haa yaa ‘aiin shaad, kaaf haa yaa ‘aiin shaad, ikfinaa hammal ‘idaa. Walaqqihimur-radaa, waj’alhum likulli habiibin fidaa.Wasallith ‘alaihim ‘aajilan-niqmati fil yaumi wal ghadaa.

Artinya: “Ya Allah! Berkat kebenaran Kaaf haa yaa ‘aiin shad (3x) tolonglah kami dari maksud/rencana musuh. Lemparkan mereka kedalam kebinasaan. Jadikan mereka sebagai korban bagi setiap orang yang dicintainya. Kuasakan atas mereka segera menda-patkan balasan pada hari ini dan esok.”

اللّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ وَفَرِّقْ جَمْعَهُمْ, اللّهُمَّ أَقْلِلْ عَدَدَهُمْ,

اللّهُمَّ فُلَّ حَدَّهُمْ, اللّهُمَّ أجْعَلِ الدَّائِرَةِ عَلَيْهِمْ, اللّهُمَّ أَرْسِلِ الْعَذَابَ إِلَيْهِمْ

Allahumma baddid syamlahum wafarriq jam’a-hum. Allahumma aqlil ‘adadahum. Allahumma fulla haddahum. Allahummaj’alid-daa-irata ‘alai-him. Allahumma arsilil ‘adzaaba ilaihim.

Artinya: “Ya Allah! Cerai beraikan persatuan mereka dan pisah-pisahkan jamaah/organisasi mereka. Ya Allah! Sedikitkan jumlah mereka. Ya Allah! Buatlah batas-batas (barisan) mereka menjadi kocar kacir. Ya Allah! Jadikan lingkaran/malapetaka atas mereka. Ya Allah! Turunkan azab siksaan kepada mereka.”

Dari diskusi-diskusi dan telaah saya terhadap wirid -wirid karya ulama waliyullah ini, maka sudah menjadi keberuntungan bagi kaum Muslimin yang berkenan mengamalkan nya.

Dalam hal mengalahkan dan membinasakan kaum penindas alias Oligharki di bumi Riau dan Indonesia, seperti di Rempang Kepulauan Riau beberapa waktu lalu, Maka ini lah “ramuan” wirid saya.

Izinkan saya , tuan guru dan para ulama, terima lah ijtihad menghadap krisis kemanusiaan dan ekologis versi saya Al faqir, sebagai berikut.

Pertama, lakukanlah shalat 5 waktu tanpa bolong bolong. Kalau bisa di masjid.

Kedua, pagi baca Hizib Nawawi karya Imam Nawawi 1 Kali. Baca Hizib Bahr 1 kali terlebih dahulu baca Alfatihah 10 kali dan Al Quraisy 21 kali. setelah Asyar baca lagi Hizib Bahr 1 kali, dan Ratib Al Athos 1 kali. Magrib baca Ratib Al Haddad atau Ratib Al Athos.

Tujukan kepada Allah agar menurunkan perlindungan, pertolongan dan cepatnya pembalasan atas kejahatan korporasi hitam , Oligharki, mafia tanah dan sesiapa saja dari kalangan manusia durjana penebar derita.

Saya lihat disini kekuatan umat Islam dan rakyat Indonesia. Mereka terlupa menggunakan senjata nya yang paling canggih tak ada banding.

Lihatlah pengelasan ulama tentang Hizib Bahr;

“Hizib Bahar ini merupakan hizib yang agung derajatnya. Hizib ini tidaklah dibaca pada orang yang sedang takut/khawatir melainkan ia akan aman, pada orang sakit melainkan ia akan sembuh, pada orang yang sedang bersedih kecuali hilang kesedihannya. Kalau saja hizib ini dibaca di tanah Irak tentu tidak akan diekspansi oleh kaum Tar-Tar. Tidaklah hizib ini dibaca di suatu tempat, kecuali akan aman dari mara bahaya dan terjaga dari hama. Aku menamakan hizib ini dengan nama al-‘Iddah al-Wafiyah wa al-Junnah al-Waqiyah. Barangsiapa membaca hizib ini tatkala terbitnya matahari, maka Allah akan mengabulkan doanya, menghilangkan kegelisahannya, mengangkat derajatnya, melapangkan dadanya dan akan aman dari gangguan jin dan manusia.

Begitu juga tentang keutamaan Ratib Al Haddad.

Ketika Tuhmas, yaitu Nadir Shah, pemimpin asing yang telah menyerang banyak kota dan orang-orang, mengarahkan pandangannya ke al-Awgan dan mengancam orang-orang di dalamnya, Sultan al-Awgan, Sulaiman berkata kepadanya, ‘Engkau tidak akan, dengan izin Allah, dapat mengalahkan kami, meskipun engkau mungkin telah menaklukkan kota-kota lain, karena kami memiliki benteng yang kokoh, yaitu Ratib dari tuan kami, Abdallah bin Alawi al-Haddad. Dia memerintahkan setiap prajuritnya dan penduduk kotanya untuk membaca Ratib yang diberkahi itu. Maka Allah tidak memberikan kekuasaan kepada Tuhmas atas kota-kota dan pasukannya melalui berkat Ratib yang mulia itu. Sultan hidup pada masa guru kita, sang penyusun Ratib, dan telah menulis surat kepadanya untuk memberitahukan bencana yang akan no datang. Maka sang Imam mengirimkan kepadanya Ratib yang mulia dan memerintahkannya untuk membacanya dengan mengatakan, “Ratib ini akan melindungi mu dan rakyatmu darinya.

Demikian lah keterangan ringkas yang dapat saya nukilkan dalam tulisan ini. Semoga bangsa Indonesia dan umat Islam terbebas dari penjajah gaya baru. Yakni kaum dzolimun dari kalangan asing dan aseng, Oligharki, politisi dan elit pengkhianat, mafia tanah sumringah, dan para penjual negeri Indonesia.

Telah datang wirid, telah ku susun Hizib. Musuh dan Oligharki terbirit sambil menjerit. Kepada Allah juga pertolongan di pinta, jauhkan negeri kami dari kalangan penderhaka dan perusak tatanan bernegara. Ketahuilah, barang siapa di tolong Allah, tak ada satu pun kekuatan yang bisa mengalahkan kannya.

 

Penulis  : Elviriadi, Ph.D. adalah seorang penulis essei , puisi dan pantun. Lebih dikenal sebagai ahli lingkungan hidup dan kehutanan

Example 120x600