Example floating
Example floating
Nasional

Duka di Hari Kemerdekaan: Gempa NTT Tewaskan 68 Orang dan Rusak 500 Rumah

90
×

Duka di Hari Kemerdekaan: Gempa NTT Tewaskan 68 Orang dan Rusak 500 Rumah

Sebarkan artikel ini
Foto: bangunan roboh di Reok

Nusa Tenggara Timur,Kompas1net Gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah timur Indonesia pada Sabtu (15/8/2026) telah menewaskan setidaknya 68 orang. Angka ini direvisi dari sebelumnya 54 korban jiwa, kata Berton SP Panjaitan, pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (17/8/2026) malam.

Lebih dari 200 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Ribuan warga mengungsi dan memilih bertahan di luar rumah dalam tenda karena takut gempa susulan.

Gempa ini menjadi bencana paling mematikan di Indonesia sejak gempa Jawa Barat 2022 yang menewaskan ratusan orang.

Provinsi Nusa Tenggara Timur diguncang hampir 1.600 gempa susulan hingga Senin. Badan geofisika juga mencatat gempa magnitudo 5,6 di wilayah tersebut pada Senin pagi.

Gempa memicu longsor dan menutup akses jalan di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Sikka dan Manggarai di provinsi paling selatan Indonesia ini.

BNPB melaporkan sekitar 500 rumah rusak. Pemerintah telah menyiapkan pesawat untuk menyalurkan bantuan berupa makanan dan tenda.

Proses evakuasi masih terus berlangsung di Desa Satar Kampas, Manggarai Timur. Tim SAR menyisir reruntuhan bangunan, termasuk masjid yang roboh, untuk mencari korban yang diduga masih tertimbun.

Rumah Sakit Santo Gabriel Kewapante di Sikka juga merawat pasien di tenda darurat setelah gedung rumah sakit terdampak.

Gempa ini mencoreng perayaan Hari Kemerdekaan RI ke-81. Di Flores, tsunami kecil juga dilaporkan terjadi setelah gempa utama.

 

Sumber: Al Jazeera, BNPB, 17 Agustus 2026

Example 120x600
Nasional

Jakarta Siaran Pers 2 Oktober 2026 Kementerian Komunikasi dan Digital Komdigi koordinasi Polri usut kasus dugaan jual beli data ilegal ramai Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar pastikan Komdigi koordinasi BSSN tugas fungsi keamanan siber penjelasan BSSN kebocoran data ramai data lama diramaikan kembali tetap tindak lanjut pengusutan penindakan koordinasi Kepolisian situs ditemukan jual beli data pribadi ditindaklanjuti kewenangan pemblokiran akses situs langgar ketentuan penyebaran perdagangan data pribadi berbagai platform saluran digital penelusuran identifikasi sumber penyebaran sarana pihak terlibat kewenangan lembaga masyarakat tidak turut sebar data pribadi orang lain data beredar ruang digital tetap data pribadi tidak otomatis informasi bebas sebarluaskan hukuman berat penyebaran tanpa dasar sah UU Nomor 27 Tahun 2022 Pelindungan Data Pribadi ancaman keamanan data tantangan lintas negara berkembang data terekspos muncul kembali saluran metode penanganan kerja bersama pemerintah aparat penegak hukum penyelenggara platform digital masyarakat ancaman tidak mengenal jabatan status sosial sasaran bocor penyalahgunaan perlindungan penanganan tanggung jawab bersama pemerintah pengelola sistem platform digital pihak akses data.`

Nasional

Jakarta perang melawan judol jauh dari usai Komdigi tangani 4,1 juta konten perjudian ruang digital ungkap Menkomdigi Meutya Hafid Peluncuran Sayembara GEBUK JUDOL Ronde 3 talkshow Cerdas Berteknologi Garuda Spark Innovation Hub Jakarta Pusat Kamis 1/10/2026 bukan capaian progress report seharusnya angka di atas itu 3,6 juta situs alamat IP langsung putus akses bandar judol main kucing-kucingan satu situs diblokir muncul lagi situs baru akun baru menyusup kolom komentar platform digital ketika intervensi putus akses muncul lagi lakukan lagi muncul lagi harus berjibaku bersama turunkan angka ternyata kejahatan transnasional bukan pelanggaran digital biasa sebagian besar IP Dirjen Pengawasan Ruang Digital luar negeri sasaran warga Indonesia Alexander Sabar IP bukan dalam negeri luar negeri akses manusia WNI pemblokiran tidak cukup penegakan hukum efek jera bandar tidak cuma Komdigi penegak hukum efek jerat kalau tidak dijerat situs dibuat lagi industri digital jangan kecolongan distribusi judol ajak ojol UMKM mahasiswa komunitas mata tambahan lapor Aduan Konten satu orang satu situs angka besar dampak siapa saja usia status sosial diri kita keluarga anak orang tua Terhubung Tumbuh Terjaga.`