JAKARTA, Kompas 1 net – Niat berhenti merokok sudah bulat, tapi gagal terus? Tenang sanak, bukan kamu saja. Ternyata ada alasan medis kuat kenapa berhenti merokok itu susah banget.
Tribrata News Polri mengutip artikel kesehatan ANTARA (29/9/2026), menjelaskan biang keroknya adalah nikotin, zat adiktif utama dalam tembakau.
Saat seseorang terbiasa merokok, otak mengalami penyesuaian. Tubuh jadi ketergantungan. Ketika asupan nikotin dihentikan mendadak, otak akan protes dan memunculkan dorongan kuat untuk kembali merokok.
Gejala Putus Nikotin, Jangan Kaget!
Saat proses berhenti merokok, tubuh dan otak butuh adaptasi tanpa nikotin. Di fase ini muncul yang namanya gejala putus nikotin, seperti:
- Rasa cemas berlebihan
- Mudah marah dan emosi tidak stabil
- Sulit konsentrasi
- Gangguan tidur
- Keinginan kuat (ngidam) untuk kembali merokok
Itu normal, sanak. Itu tanda tubuh sedang berjuang melawan candu.
Dampaknya Bukan Main-Main
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat, kebiasaan merokok berkaitan dengan banyak risiko kesehatan serius: gangguan paru-paru, masalah gigi dan mulut, peningkatan risiko stroke dan serangan jantung, tulang lebih rapuh, gangguan mata, dan masih banyak lagi.
Tips Berhenti Merokok dari Kemenkes
Berhenti merokok bisa dilakukan bertahap atau langsung total. Kemenkes menyarankan strategi ini:
1. Hindari Pemicu: Jauhi tempat atau situasi yang bikin pengen merokok.
2. Alihkan Perhatian: Sibukkan diri dengan aktivitas lain.
3. Tunda Keinginan: Saat ngidam, tunda 5-10 menit, biasanya keinginan akan hilang.
4. Aktivitas Fisik: Olahraga ringan membantu mengurangi stres.
Kabar baiknya, setelah berhenti merokok tubuh akan mengalami perubahan positif secara bertahap. Sirkulasi darah membaik, fungsi paru-paru meningkat, dan risiko berbagai penyakit menurun.
Jadi, sudah siap berhenti merokok hari ini, sanak?
Sumber : Tribratanews Polri go. id












