PALANGKARAYA, Kompas 1 net – Pemerintah Indonesia mengirim 1.500 personel tentara tambahan ke Kalimantan untuk membantu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah membakar puluhan ribu hektare dan menyebabkan kabut asap tebal di sejumlah wilayah.
Data pemerintah menyebutkan, kebakaran antara Januari hingga Juli 2026 telah menghanguskan lebih dari 200.000 hektare lahan. Luas area yang terbakar ini tiga kali lipat luas DKI Jakarta dan sudah melebihi kejadian El Nino pada 2019 dan 2023, meski belum sebesar 2015.
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau lokasi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah pada Sabtu (22/8/2026) memerintahkan penambahan pasukan.
“Tiga batalyon tambahan TNI, atau sekitar 1.500 personel, akan didatangkan dari luar Kalimantan mulai hari ini,” ujar Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya.
Kalimantan adalah bagian Indonesia di Pulau Borneo yang berbatasan dengan Brunei dan Malaysia.
Helikopter Waterbombing dan Imbauan Masker
Selain personel, pemerintah juga mengirim 6 helikopter untuk memperkuat operasi waterbombing.
Presiden Prabowo mengatakan pemerintah terus memantau dan mengerahkan sumber daya untuk menghentikan penyebaran titik api.
“Yang penting adalah segera menghentikan penyebaran titik api,” tegas Prabowo kepada wartawan di Palangkaraya.
Asap dari kebakaran telah menyebabkan pemerintah daerah di Kalimantan mengimbau warga untuk memakai masker dan tetap di dalam ruangan. Kabut asap bahkan telah mencapai wilayah Malaysia, dengan 6 daerah di Sarawak mencatat kualitas udara “tidak sehat”.
Kondisi kering yang memicu kebakaran ini dipicu oleh fenomena El Nino yang kuat. El Nino biasanya membawa kekeringan di Indonesia. Perubahan iklim juga diyakini memperkuat dampaknya.
Sumber: Al Jazeera, AFP – 22 Agustus 2026















