GAZA, Kompas1.Net — Gencatan senjata di Jalur Gaza kembali tercoreng. Sedikitnya empat warga Palestina tewas akibat serangan udara dan tembakan Israel di beberapa wilayah Gaza pada Selasa (20/10/2026).
Dilansir Al Jazeera, serangan udara Israel menghantam sebuah apartemen di Gaza City dan menewaskan pasangan suami istri Akram Yassin dan Dina Abu Baker, menurut tim medis setempat.
Di Khan Younis, Gaza selatan, seorang remaja 17 tahun tewas tertembak di dekat lingkungan Qizan an-Najjar. Satu orang lainnya tewas akibat tembakan Israel di pinggiran Zeitoun, timur Gaza City. Militer Israel juga melancarkan serangan artileri di selatan Khan Younis, lapor kantor berita Wafa.
Reporter Al Jazeera Tareq Abu Azzoum dari Deir el-Balah melaporkan terjadi lonjakan serangan Israel semalam hingga Selasa pagi.
“Serangan terkonsentrasi di Gaza City, di mana sebuah flat hunian ditargetkan tanpa peringatan. Kami melihat pemandangan yang sangat menyedihkan, rekaman dari lokasi menunjukkan skala kehancuran,” lapornya.
Warga Gaza yang memeriksa sisa serangan itu kemudian menggelar pemakaman korban.
“Kita seharusnya dalam masa gencatan senjata, tapi jujur, kita tidak melihat gencatan senjata. Perang masih berlangsung, pembunuhan berlanjut, dan penembakan tidak berhenti,” kata Mahmoud Yassin, saudara korban yang tewas, kepada Reuters.
Otoritas kesehatan Gaza mencatat perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 74.480 orang sejak Oktober 2023, dengan 175.539 luka-luka.
Sejak gencatan senjata pada Oktober 2025, tercatat 1.522 warga Palestina tewas dan 5.421 terluka akibat serangan Israel, serta 839 jasad ditemukan di bawah reruntuhan.
PBB menyebut sekitar 82 persen bangunan di Gaza, sekitar 200.000 bangunan, telah rusak, dengan dua pertiganya hancur total sejak perang dimulai.
Editor: ZURFAMI
Sumber: Al Jazeera / Reuters














