Example floating
Example floating
Parlemen

Indonesia Harus Aktif Redam Konflik Pasca Diplomasi AS-Iran Gagal

13
×

Indonesia Harus Aktif Redam Konflik Pasca Diplomasi AS-Iran Gagal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini. Foto : Dok/Andri

Jakarta, Kompas 1 net – Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menyoroti kegagalan upaya diplomasi internasional dalam meredam eskalasi konflik di Timur Tengah yang hingga kini terus meluas dan berdampak pada stabilitas global. Ia mendorong pemerintah Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif untuk deeskalasi melalui jalur diplomasi internasional.

Menurut Amelia, dinamika konflik yang terjadi menunjukkan berbagai upaya perundingan yang dilakukan belum mampu menghasilkan kesepakatan yang efektif dan berkelanjutan. Bahkan, jelasnya, eskalasi yang terus terjadi memperlihatkan adanya kegagalan dalam membangun konsensus di antara pihak-pihak yang berkonflik.

“Eskalasi ini menunjukkan bahwa upaya diplomasi yang dilakukan belum mampu meredakan konflik secara menyeluruh. Bahkan justru semakin meluas dan berdampak pada kawasan lain,” ujar Amelia saat diwawancarai Parlementaria di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Ia menilai bahwa kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik, tetapi juga mempengaruhi stabilitas global, baik dari sisi keamanan maupun perekonomian. “Eskalasi konflik ini sangat merugikan dunia global, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, Legislator Fraksi Partai Nasdem itu juga mendorong pemerintah Indonesia untuk memperkuat peran diplomasi internasional, termasuk melalui forum-forum strategis seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), guna mendorong terciptanya deeskalasi konflik. “Kita harus terus menyerukan upaya deeskalasi dan mendorong perundingan yang lebih komprehensif, yang benar-benar mampu meredakan konflik,” jelasnya.

Ia juga menekankan, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara yang konsisten mendorong perdamaian dunia, sehingga dapat berperan sebagai jembatan dalam membangun komunikasi antar pihak yang berkonflik. “Indonesia harus mengambil peran aktif. Kita punya posisi yang kuat untuk mendorong perdamaian dan menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.

Selain itu, Amelia menilai pentingnya memperkuat soliditas komunitas internasional agar upaya diplomasi tidak berjalan parsial, melainkan terkoordinasi dan memiliki dampak nyata di lapangan. “Diplomasi tidak boleh setengah-setengah. Harus ada komitmen bersama dari komunitas internasional untuk menghentikan eskalasi ini,” tegas Politisi asal dapil Jawa Tengah VII itu.

Ia juga mengingatkan bahwa kegagalan diplomasi tidak boleh berujung pada pembiaran konflik yang berkepanjangan, karena hal tersebut justru akan memperbesar dampak kemanusiaan yang ditimbulkan. “Kita tidak boleh membiarkan konflik ini terus berlarut tanpa solusi. Dampaknya sangat besar, tidak hanya bagi kawasan tetapi juga dunia,” katanya.

Komisi I DPR RI, lanjut Amelia, akan terus mendorong pemerintah untuk aktif dalam berbagai inisiatif diplomasi global, sekaligus memastikan bahwa kepentingan nasional dan kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dunia tetap terjaga. “Kita ingin Indonesia hadir sebagai bagian dari solusi, bukan hanya sebagai pengamat,” pungkasnya. (fa/um)

 

Sumber: dprri, go id

Example 120x600