Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

DLH Rohil Gelar Syukuran Dalam Rangka HUT Rohil Ke- 24, Hari Ibu yang ke 95 dan Raihan Prestasi Kota Bersih Se Provinsi Riau

63
×

DLH Rohil Gelar Syukuran Dalam Rangka HUT Rohil Ke- 24, Hari Ibu yang ke 95 dan Raihan Prestasi Kota Bersih Se Provinsi Riau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

ROHIL, Kompas 1 Net- Dinas lingkungan hidup Kabupaten Rokan Hilir menggelar acara Syukuran dalam rangka hari jadi kabupaten Rokan Hilir yang ke-24 dan Hari Ibu yang ke 95, Serta Raihan prestasi yang didapat sebagai Kota Bersih SE provinsi Riau Tahun 2023, Acara syukuran tersebut berlangsung di Hutan kota Bagansiapiapi, Jalan Lintas Batu Enam, Sabtu (30/12/2023).

Hadir dalam acara tersebut Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP MSi, Ketua TP KK Rohil Saminar S,Pd, Sekretaris daerah Rohil H Fauzi Efrizal S Sos MSi, Para Asisten, Kepala OPD, Kepala Sekolah, anggota Tim penggerak PKK Rohil, ASN PTT, Serta Pengawas Kebersihan dan Taman Dinas lingkungan hidup Rohil.

Kepala dinas lingkungan hidup Rohil Suwandi S Sos dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati dan Forkompinda atas Kesempatan untuk menghadiri acara syukuran  dikantor Dinas Lingkungan Hidup Rohil dan sekaligus

” Pada hari Kami Dinas lingkungan hidup kabupaten Rokan Hilir menggelar acara Syukuran, kegiatan ini dalam rangka memperingati hari ulang tahun Kabupaten Rokan Hilir yang ke-24 dan Hari Ibu yang ke 95 sekaligus syukuran atas Raihan beberapa prestasi yang kita raih selama ini, mudah mudahan dengan adanya syukuran ini menambah motivasi bagi kita semua khususnya  keluarga besar Dlh Rohil  untuk meningkatkan kinerjanya dimasa yang akan datang,” Jelas Suwandi.

Lanjut Suwandi, Dalam kegiatan syukuran tersebut, Dinas lingkungan hidup Rohil juga memberikan penghargaan kepada Sekolah Adiwiyata yang meraih tingkat Nasional, Provinsi maupun kabupaten serta penghargaan kepada pengawas dan penyerahan Sembako kepada petugas yang merupakan kegiatan rutin dari dinas lingkungan hidup Rohil.

Pada kesempatan ini, Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP MSi memberikan apresiasi dan rasa bangga kepada Dinas lingkungan hidup Rohil atas prestasi yang telah diraih sebagai kota bersih se provinsi Riau Tahun 2023.

” Saya sangat apresiasi dan rasa bangga kepada Dinas lingkungan hidup Rohil atas prestasi yang telah diraih, tentunya  Kebersihan kota Bagansiapiapi ini terus kita jaga bersama dan apa yang kita buat ini menjadi amal ibadah kita semua,” Ucap Bupati.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.