Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Didampingi Forkopimda, Bupati Rohil Lepas 51 Peserta Pawai Takbir Idul Adha 1444 Hijriyah  

34
×

Didampingi Forkopimda, Bupati Rohil Lepas 51 Peserta Pawai Takbir Idul Adha 1444 Hijriyah  

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) menggelar pawai takbir malam Idul adha 1444 H/2023 M yang dipusatkan di depan kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bagansiapiapi, Rabu (28/6/2023) malam.

Dengan diiringi takbir, pelepasan peserta pawai takbir idul adha tersebut secara langsung dilakukan Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP didampingi Wabup Rohil H Sulaiman, Kakan Kemenag Rohil H Naini, Dandim 0321 Rohil Letkol Kav Nugaraha Yudha Perwiranegara S.IP, Sekda Rohil H Fauzi Efrizal, Kapolsek Bangko Kompol Dedi Susanto SH, Asisten lll Ali Asfar.

Ketua panitia pelaksana pawai takbir idul adha Aspri Mulya dalam laporannya menyebutkan, pawai takbir tersebut diikuti sebanyak 51 peserta baik miniatur maupun non miniatur.

Adapun 51 peserta tersebut lanjutnya, terdiri dari OPD 24 miniatur, 2 non miniatur, Musala, Sekolah, lembaga swasta, Ormas dan Organisasi Khusus (Orsus) 8, non miniatur Musala, Sekolah, lembaga swasta, Ormas dan Orsus 10, miniatur Masjid 5 serta non miniatur masjid 2 peserta.

Sementara rute pawai takbir jelas Aspri, diawali dari depan kantor BPKAD Jalan Merdeka menuju jalan Pahlawan, jalan Bangko, jalan Perwira dan berakhir di jalan merdeka.

Sementara itu, Bupati Rohil Afrizal Sintong SIP dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia penyelenggara pawai takbir dan seluruh peserta yang telah ikut meramaikan pawai takbir idul adha 1444 H tersebut.

Pawai takbir ini sebut Bupati, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun nya oleh pemerintah daerah dengan tujuan untuk memeriahkan hari raya idul adha dan sebagai ajang silaturrahmi.

“Selaku Pemerintah daerah, kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada panitia dan peserta serta masyarakat yang begitu antusias dalam mengikuti pawai takbir idul adha ini,” kata Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama memanjatkan doa yang ditujukan kepada seluruh jamaah haji Kabupaten Rohil yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji.

“Mari kita doakan seluruh jamaah haji Kabupaten Rohil agar senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan hingga kembali ke tanah air,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara pawai takbir tersebut diantaranya para kepala OPD, Ormas, OKP serta berbagai unsur lainnya.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.