Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Dibuka Bupati, Ratusan Peserta Ikuti Koni Cup Aerobic Competition se-Kabupaten Rohil 

34
×

Dibuka Bupati, Ratusan Peserta Ikuti Koni Cup Aerobic Competition se-Kabupaten Rohil 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil, Kompas 1 Net- Bupati Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP, M.Si secara langsung membuka Koni Cup Aerobic Competition se-Kabupaten Rohil yang dipusatkan di Gedung Misran Rais, Bagansiapiapi, Minggu (15/10/2023).

Pembukaan Koni Cup Aerobic Competition itu tampak dihadiri Sekda Rohil Fauzi Efrizal, Asisten III sekda Rohil Ali Asfar, Staf Ahli M Nurhidayat, Ketua KONI Rohil Samsuri, ketua GRMB Rohil Nalladia Ayu Rokan, Ketua Tim PKK Rohil Sanimar Afrizal, Ketua Darma Wanita Persatuan serta berbagai unsur lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Rohil Afrizal Sintong memberikan apresiasi kepada Koni Rohil yang telah menyelenggarakan Koni Cup Aerobic competition yang begitu meriah dan ramai diikuti oleh para peserta.

Bupati menerangkan, kegiatan yang diikuti ratusan peserta itu berasal dari berbagai Kecamatan se-Kabupaten Rohil. Bupati menyebutkan, kedepan nya akan diselenggarakan iven yang lebih besar dan lebih meriah.

“Peserta acara ini sangat luar biasa, atas nama Pemerintah Daerah kami menyampaikan ucapan terimakasih kepada Koni dan seluruh peserta, ” kata Bupati.

Pada kesempatan itu, Bupati juga mengingatkan kepada juri agar memberikan penilaian seobjekif mungkin dan netral dalam menentukan para pemenang serta tidak ada intervensi.

Sementara itu, Ketua Umum Koni Rohil Samsuri SH, M.Si menambah, dalam penyelenggaraan Koni Cup Aerobic Competition tersebut merupakan kolaborasi Koni dan klub sanggar senam yang ada di Kabupaten Rohil dan diikuti sebanyak 170 peserta se-Kabupaten Rohil.

“Acara ini merupakan rangkaian memeriahkan HUT Kabupaten Rohil ke-24. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi Koni dan klub Sanggar senam Rohil,” terangnya.

Sementara untuk dewan juri jelas Samsuri, pihaknya mendatangkan juri dari Provinsi Riau dan Ketua PKK Kabupaten Rohil Sanimar Afrizal.

Selain menyelenggarakan Koni Cup Aerobic Competition, Koni Rohil juga akan mengadakan berbagi perlombaan lainnya dalam memeriahkan HUT Kabupaten Rohil ke-24 tahun 2023 diantaranya bola kaki, futsal dan bola voly.

“Kami juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada pak Bupati yang secara langsung telah hadir dan membuka acara ini serta terimakasih kepada seluruh panitia dan para peserta,” pungkasnya. (Rilis).


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.