Example floating
Example floating
Artikel

Dari Sopir Taksi Jakarta hingga Jadi Bupati: Kisah Inspiratif M. Syukur Pimpin Merangin

14
×

Dari Sopir Taksi Jakarta hingga Jadi Bupati: Kisah Inspiratif M. Syukur Pimpin Merangin

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Garis takdir seseorang tidak ada yang tahu. Siapa sangka, seorang anak yatim asal Sungai Manau yang pernah tidur di dalam mobil demi bertahan hidup sebagai sopir taksi di kerasnya Ibu Kota Jakarta, kini resmi dilantik menjadi orang nomor satu di Kabupaten Merangin.

Dialah M. Syukur, politikus ulung sekaligus mantan anggota DPD RI tiga periode, yang sejak 20 Februari 2025 lalu resmi mengemban amanah baru sebagai Bupati Merangin periode 2025–2030.

Tempaan Hidup Anak Yatim dan Aspal Jakarta

Lahir pada 15 Juli 1981, Syukur kecil sudah harus merasakan kehilangan yang mendalam. Di usia yang baru menginjak 5 tahun, ia ditinggal pergi oleh ayahanda tercinta, almarhum H. Usman. Bersama lima orang saudaranya, Syukur dibesarkan dengan penuh perjuangan oleh sang ibunda, Hj. Zaenab, sebagai orang tua tunggal.

Setamat dari SMA Negeri 5 Kota Jambi pada tahun 1999, modal nekat membawa Syukur merantau ke Jakarta. Di kota megapolitan itu, ia menyambung hidup dengan menjadi sopir taksi. Siang malam ia berjibaku dengan kemacetan dan ketatnya persaingan Jakarta, hingga tak jarang menjadikannya terpaksa tidur di dalam mobil. Karena belum hafal rute jalanan ibu kota, Syukur tak pernah malu untuk bertanya arah kepada para penumpangnya.

Namun, kerasnya aspal Jakarta tidak membuat Syukur melupakan pendidikan. Sambil berjuang bertahan hidup, ia berhasil menyelesaikan kuliah S1 Hukum di Universitas Jayabaya (2000–2005), dan di kemudian hari melanjutkan hingga meraih gelar Magister Hukum (S2) di kampus yang sama pada tahun 2014.

Merambah Dunia Artis dan Advokat

Sebelum menyelami dunia politik, pria yang dikenal multitalenta ini sempat mencicipi industri hiburan tanah air. Sepanjang tahun 2005 hingga 2009, Syukur aktif berkarier sebagai aktor film dan terdaftar sebagai anggota Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI).

Tak hanya di depan kamera, berbekal ilmu hukum yang dimilikinya, pada periode 2006 hingga 2009 ia juga aktif meniti karier sebagai seorang pengacara (advokat).

Tiga Periode Mengawal Jambi di Senayan

Titik balik kehidupan Syukur terjadi pada tahun 2009 ketika ia memutuskan pulang kampung dan terjun ke dunia politik. Maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) Jambi, Syukur langsung terpilih untuk periode 2009–2014 dengan mengantongi 90.762 suara.

Kiprahnya di Senayan terbukti dicintai masyarakat Jambi. Hal ini terlihat dari raihan suaranya yang melonjak tajam pada periode kedua (2014–2019) dengan 235.943 suara, dan bertahan di periode ketiga (2019–2024) dengan 233.614 suara. Kendati kembali terpilih pada Pemilu 2024, Syukur memilih melepas kursi empuknya di Senayan demi memenuhi panggilan membangun tanah kelahirannya, Merangin.

“Syukur rela melepas statusnya sebagai anggota DPD RI terpilih demi sebuah komitmen penuh: pulang dan mengabdi untuk masyarakat Merangin.”

Penantian Sebelas Tahun: Kemenangan Sejarah di Pilkada 2024

Perjalanan menuju kursi Bupati Merangin tidaklah instan. Syukur sebenarnya pernah mencoba peruntungan pada Pilkada Merangin 2013, namun saat itu ia harus mengakui keunggulan pasangan Al Haris dan Abdul Khafidh.

Sebelas tahun berselang, takdir kembali mempertemukannya dengan panggung yang sama. Menariknya, pada Pilkada Merangin 2024, Syukur justru berpasangan dengan mantan rivalnya dulu, Abdul Khafidh. Pasangan Syukur-Khafidh ini berhadapan dengan rival berat, yakni mantan Bupati Merangin Nalim yang berpasangan dengan Nilwan Yahya.

Berdasarkan pleno rekapitulasi KPU, duet M. Syukur dan Abdul Khafidh keluar sebagai pemenang setelah sukses meraup 100.413 suara atau sebesar 50,96%. Keduanya kemudian mencatatkan sejarah saat dilantik secara serentak bersama ratusan kepala daerah lainnya oleh Presiden Prabowo Subianto dalam prosesi kenegaraan di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada 20 Februari 2025.

Dari balik kemudi taksi hingga menuju kursi kepemimpinan daerah, kisah M. Syukur menjadi bukti hidup bagi masyarakat Merangin: bahwa kerja keras, ketekunan, dan niat tulus membangun daerah mampu mengubah jalannya takdir.

 

Sumber : Foto dan tulisan ini dikutip dari Akun Facebook Nasrul Koto Psu

Example 120x600