Example floating
Example floating
Artikel

Tegar Berjuang Walau Seorang

22
×

Tegar Berjuang Walau Seorang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Di tengah riuh rendah kepentingan dan tarik-menarik kekuasaan atas sumber daya alam, hadir sosok yang memilih berdiri tegak, meski sering harus berjalan sendiri. Dr. Elviriadi adalah potret langka dari seorang akademisi yang tidak berhenti di ruang kuliah, melainkan turun langsung ke lapangan, menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat, dan menyuarakan kegelisahan mereka yang kerap tak terdengar. Beberapa kali saya berinteraksi dengan Bang Elv (demikian adik-adiknya di HMI memanggil pemuda asal Meranti ini). Selalu sibuk dalam kegiatan pendampingan terhadap kelompok-kelompok marginal yang tertindas.

Sebagai akademisi, Dr Elv dikenal tajam dalam analisis dan kuat dalam argumentasi. Pemikirannya tidak hanya bertumpu pada teori, tetapi berpijak pada realitas. Ia membaca alam bukan sekadar sebagai objek kajian, melainkan sebagai amanah yang harus dijaga. Di ruang-ruang diskusi ilmiah, suaranya jernih, kritis, dan berani. Ia tidak segan mengoreksi arah kebijakan yang menurutnya menyimpang dari prinsip keadilan ekologis.

Namun, yang membuatnya menonjol bukan hanya kecerdasannya, melainkan keberpihakannya. Dr. Elviriadi memilih berada di sisi masyarakat marginal—petani kecil, masyarakat adat, dan kelompok rentan yang seringkali tersingkir oleh arus pembangunan. Ia hadir bukan sebagai penonton, tetapi sebagai pendamping, penguat, sekaligus penyambung lidah mereka.

Di Riau, tanah yang kaya namun sarat persoalan lingkungan, Dr Elv menjadi salah satu suara yang tak mudah dibungkam. Ketika hutan-hutan menjadi gundul, lahan gambut rusak, karhutla merajalela dan konflik agraria mencuat, ia tampil di garis depan—menyampaikan kritik, menawarkan Solusi. Ia mengingatkan bahwa pembangunan kapitalistik dan eksploitatif itu bukan hanya bermuara pada ketidakadilan tapi pasti akan menuju kehancuran ekologis dan kerusakan peradaban. Di panggung khutbah Jumat pun muballigh IKMI ini tak jarang menawarkan Islam sebagai solusi.

Dr. Elviriadi/ Foto 

Lebih dari itu, jejak perjuangannya juga ditempa dalam dinamika organisasi. Sebagai bagian dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), ia terbiasa dengan tradisi intelektual yang kritis dan keberanian menyuarakan kebenaran. Keterlibatannya di Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Riau memperkuat perannya sebagai pemikir yang tidak tercerabut dari nilai-nilai keumatan. Sementara kiprahnya di Muhammadiyah menegaskan komitmennya dalam gerakan dakwah yang berpihak pada kemaslahatan dan keadilan sosial.

Dari rahim organisasi-organisasi itulah lahir kegelisahan yang terus ia rawat. Ia gerah melihat hutan-hutan Riau yang kian habis, rusak oleh ulah oligarki tanpa kendali. Ia terusik oleh ketidakadilan yang membuat masyarakat kecil tersingkir di tanahnya sendiri. Dan dengan lantang, ia mempertanyakan dominasi oligarki yang seolah menguasai arah kebijakan dan sumber daya negeri ini.

Di beberapa artikel yang kerap ia tulis di beragam media, Dr Elv tak jarang mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan mendasar : apakah negeri ini benar-benar telah merdeka, jika sebagian rakyatnya masih terpinggirkan? Apakah kemerdekaan bermakna, jika kekayaan alam hanya dinikmati segelintir pihak? Baginya, kemerdekaan sejati bukan sekadar bebas dari penjajahan fisik, tetapi juga bebas dari ketimpangan, ketidakadilan, dan kerakusan yang merusak masa depan bersama.

Perjuangannya tidak selalu mudah. Ada tekanan, ada penolakan, bahkan tak jarang ia harus berdiri sendiri di tengah arus besar yang berlawanan. Namun justru di situlah makna keberaniannya. Ia tidak menunggu banyak orang untuk bersuara; ia memulai, meski seorang. Baginya, kebenaran tidak diukur dari jumlah pendukung, melainkan dari keteguhan prinsip.

Dr. Elv “Tegar Berjuang Walau Seorang”. Sebuah pengingat bahwa perubahan besar seringkali dimulai dari satu suara yang tidak mau diam. Dan Dr Elv telah membuktikan, bahwa satu suara yang jujur, konsisten, dan berani, mampu menggugah kesadaran banyak orang. Pada akhirnya, di tengah segala tantangan dan tekanan, ia tetap istiqomah terjun ke gelanggang perjuangan membela rakyat walau seorang diri.

 

Penulis : Muhammadun (Wakil Ketua ICMI Riau)

Example 120x600