Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Bupati Rohil Serahkan 84 SK PNS Formasi Tahun 2021 dan Lantik Jabatan Fungsional Tertentu

68
×

Bupati Rohil Serahkan 84 SK PNS Formasi Tahun 2021 dan Lantik Jabatan Fungsional Tertentu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Diskominfotik Rohil, Kompas 1 Net– Bupati Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Afrizal Sintong SIP, M.Si serahkan SK Pegawai Negeri Sipil (PNS) formasi tahun 2021 sekaligus pengambilan sumpah PNS serta pelantikan jabatan fungsional tertentu di lingkungan Pemkab Rohil, Selasa (6/2/2024).

Penyerahan sebanyak 84 SK PNS yang dipusatkan di lantai empat kantor BPKAD tersebut dihadiri Sekda Rohil H Fauzi Efrizal, S.Sos kepala BKPSDM Acil Rustanto, beberapa kepala OPD, Perwakilan Kemenag Rohil, Komisioner Baznas, serta berbagai unsur lainnya.

Bupati Rohil Afrizal Sintong dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada pejabat fungsional dan seluruh PNS yang telah diserahkan SK nya 100 persen.

“Atas nama Pemerintah Daerah tentunya kami menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh PNS yang telah diserahkan SK nya,” kata Bupati.

Dengan telah diserahkan nya SK tersebut, Bupati berharap agar dapat bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan sumpah yang telah di ucapkan.

“Bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan sumpah yang di ucapkan. Dimana kita harus mendahulukan kepentingan negara dari pada kepentingan pribadi,” tegasnya.

Jadi PNS itu lanjut Bupati, sangatlah berat karena semua yang dikerjakan harus di pertanggungjawabkan. Apalagi, orang-orang yang lolos PNS merupakan orang-orang pilihan.

“Saya yakin kita semua bisa bekerja dengan baik sesuai dengan aturan yang ada. Kami tidak mau ada pegawai kami yang tersandung hukum,” ungkapnya.

Bupati juga mengingatkan para PNS dapat mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah daerah dalam memajukan Kabupaten Rohil kedepan.

“Terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat. Jaga nama baik kepala daerah. Sebab, jika semua pekerjaan baik maka akan baik pula nama daerah nya,” katanya.

Selain itu, Bupati juga meminta agar seluruh PNS menjaga kekompakan mulai dari atasan hingga bawahan. “Kita berharap Rohil ini terus lebih baik, terus tingkatkan layanan kepada masyarakat, bisa menjaga yang sifatnya rahasia kedinasan serta patuh pada atasan. (Rls/Iwn/KOM.1)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.