Example floating
Example floating
BeritaOlah ragaPOLRI

Road to RBR 2026: Kapolda Riau Ajak Masyarakat Berlari Lawan Karhutla dan Jaga Ekosistem

27
×

Road to RBR 2026: Kapolda Riau Ajak Masyarakat Berlari Lawan Karhutla dan Jaga Ekosistem

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekanbaru, Kompas 1 net- Polda Riau kembali menggulirkan semangat kolaborasi lewat olahraga dalam agenda Road to Riau Bhayangkara Run 2026. Event lari terbesar se-Sumatera ini tak hanya menjadi ajang kebugaran, tetapi juga momentum kampanye lingkungan. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menegaskan, setiap derap langkah peserta RBR 2026 membawa misi besar. melawan kebakaran hutan dan lahan serta menjaga ekosistem Bumi Lancang Kuning.

Penegasan itu disampaikan Kapolda saat agenda Road to RBR 2026 yang digelar di Pekanbaru, Minggu 21/6/2026. Menurutnya, Riau sebagai paru-paru Sumatera tak bisa lepas dari ancaman kabut asap yang rutin muncul setiap musim kemarau. Karena itu, RBR 2026 dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

“RBR 2026 bukan sekadar lomba lari. Ini gerakan moral. Setiap langkah pelari adalah langkah untuk Riau yang lebih bersih, lebih hijau, dan bebas karhutla,” ujar Irjen Herry di hadapan peserta dan undangan.

Kapolda Riau, membeberkan tiga poin utama yang menjadi ruh penyelenggaraan RBR 2026, Olahraga dijadikan media edukasi. Melalui RBR, Polda Riau ingin menanamkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan sama pentingnya dengan menjaga kesehatan diri. “Kalau kita sehat tapi lingkungan rusak, percuma. RBR mengajak masyarakat berpikir: lari untuk diri sendiri, lari juga untuk bumi,” jelasnya.

Mengingat prediksi BMKG tentang potensi cuaca ekstrem dan El Niño yang kembali mengintai, Polda Riau menjadikan RBR sebagai corong kampanye pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Peserta, sponsor, dan komunitas yang terlibat diajak menyebarkan pesan: stop bakar lahan, laporkan titik api, dan jaga gambut tetap basah.

“Setiap kilometer rute lari akan kita isi dengan pesan-pesan pencegahan karhutla. Ini cara kita mengedukasi sambil bergerak,” kata Kapolda Riau.

Riau adalah rumah bagi gajah, harimau, orangutan, dan ribuan flora-fauna endemik lain. Kapolda mengingatkan, kerusakan hutan berarti hilangnya habitat mereka. RBR 2026 ingin menumbuhkan empati masyarakat agar ikut menjaga hutan sebagai rumah bersama manusia dan satwa.

“Kita berlari di tanah Riau. Tanah ini harus kita jaga agar anak cucu kita masih bisa melihat gajah dan harimau hidup bebas di alam, bukan hanya di buku pelajaran,” tegasnya.

Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang sudah mendukung, mulai dari pemerintah daerah, TNI, komunitas lari, sponsor, hingga masyarakat umum. Sinergi lintas sektor dinilainya sebagai kunci sukses RBR sekaligus kunci mencegah karhutla.

“Tanpa dukungan semua pihak, pesan ini tidak akan sampai. RBR adalah bukti bahwa menjaga Riau adalah kerja bersama, bukan kerja satu institusi saja,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat yang belum mendaftar untuk segera bergabung. Karena menurutnya, berlari di RBR 2026 berarti ikut menulis sejarah: sejarah Riau yang berani melawan asap dan memilih menjaga alam.

Di akhir penyampaian, Kapolda menutup dengan ajakan yang menggugah. “Mungkin langkah kita kecil, tapi kalau dilakukan bersama-sama, dampaknya besar untuk Riau. Mari kita buktikan bahwa Bhayangkara bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga menjaga masa depan bumi kita.

Road to RBR 2026, resmi menjadi penanda dimulainya rangkaian menuju puncak Riau Bhayangkara Run 2026. Event ini diharapkan tidak hanya memecahkan rekor jumlah peserta, tetapi juga mencetak rekor kesadaran masyarakat Riau dalam menjaga lingkungan,” tutupnya.

Example 120x600