Example floating
Example floating
Ekonomi

Rupiah Melemah, PD KAMMI Pekanbaru: “Ini Alarm Bahaya, Pemerintah dan Bank Indonesia Jangan Tutup Mata!”

61
×

Rupiah Melemah, PD KAMMI Pekanbaru: “Ini Alarm Bahaya, Pemerintah dan Bank Indonesia Jangan Tutup Mata!”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pekanbaru, Kompas 1 net -Kamis 4 Juni 2026. – Imbas merosotnya nilai tukar rupiah yang kian kritis, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pengurus Daerah Pekanbaru melayangkan kritik dan mengecam keras lambannya pergerakan Bank Indonesia (BI) dalam meredam keperkasaan dolar, yang kini nyata-nyata mengancam stabilitas ekonomi daerah dan mencekik daya beli masyarakat lewat hantaman inflasi yang liar.

KAMMI Pekanbaru menilai ketidakberdayaan mata uang nasional yang terus berulang adalah bukti autentik kegagalan fatal otoritas moneter. BI terkesan lumpuh dan kehilangan taji, hanya menjadi penonton pasif saat fondasi ekonomi domestik babak belur dihantam gejolak kurs global.

Ketua Bidang Kebijakan Publik Pengurus Daerah (PD) KAMMI Pekanbaru, M. Benny Fachrozie, mendesak pemerintah dan Bank Indonesia untuk segera menghentikan pasokan retorika penenang yang tidak berguna bagi rakyat kecil.

“Pelemahan rupiah yang kronis dan terus melambung ini adalah tamparan keras. Ini membuktikan bahwa strategi ketahanan ekonomi yang digembar-gemborkan selama ini gagal total! Pemerintah dan BI harus stop membius rakyat dengan narasi optimisme palsu dan klaim “ekonomi nasional aman saja” di media.

Faktanya, di pasar-pasar Pekanbaru harga barang melonjak dan daya beli masyarakat hancur dan terancam digerus inflasi. Jangan berlindung di balik angka statistik yang terkesan terlihat bagus, sementara piring makan rakyat makin kosong akibat ketidakmampuan BI menjaga stabilitas nilai tukar,” tegas Benny.

Sementara itu, Ketua Bidang Kebijakan Publik PD KAMMI Pekanbaru, Muhammad Benny Fachrozie, melempar kritik yang jauh lebih keras langsung ke jantung kebijakan Bank Indonesia. Ia menyebut BI regional maupun pusat mengalami kelumpuhan fungsi dan hanya sibuk bersolek lewat program-program kosmetik tanpa substansi.

“Kami menyentil keras dan mempertanyakan kinerja Bank Indonesia! Di mana BI saat rupiah terkapar? Selama ini mereka hanya sibuk bikin panggung pencitraan lewat Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan acara seremonial bagi-bagi bantuan skala kecil yang sama sekali tidak menyentuh akar masalah.

Begitu kurs dolar melambung, program-program seremonial itu terbukti mandul dan tidak ada gunanya! BI jangan hanya lihai membuat konten indah di media sosial dan sibuk dengan seremonial serba formalitas, sementara pasar tradisional bergolak hebat. Rakyat butuh intervensi moneter yang agresif dan kebijakan konkret yang terukur, bukan pejabat yang cuma bisa tebar pesona di tengah krisis!” Ungkap Benny.

Sebagai bentuk keprihatinan mendalam, Ketua Umum PD KAMMI Pekanbaru menuntut Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk segera meminimalisir seluruh agenda seremonial yang membuang-buang anggaran negara.

“PD KAMMI Pekanbaru mendesak adanya reformasi kebijakan moneter yang cepat, intervensi pasar yang nyata di tingkat regional, serta langkah konkret untuk mengompensasi kerugian ekonomi masyarakat demi menahan laju inflasi yang kian tak terkendali nantinya terkhusus di kota Pekanbaru dan Provinsi Riau.” Tutup Defriandy Nugroho, Selaku Ketua Umum PD KAMMI Pekanbaru.

 

 

Editor: Redaksi

Example 120x600