Example floating
Example floating
Ekonomi

“Petani Sawit Tulang Punggung Bangsa” – PKSPI Tegaskan Komitmen Kawal Harga Adil

149
×

“Petani Sawit Tulang Punggung Bangsa” – PKSPI Tegaskan Komitmen Kawal Harga Adil

Sebarkan artikel ini

Pekanbaru, Riau, Kompas 1 net – Ketua Umum Petani Kelapa Sawit Produktif Indonesia (PKSPI), H. Nasarudin, S.H., M.H., menegaskan komitmennya untuk terus mengawal stabilitas harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani. Tujuannya jelas: harga kembali normal dan berpihak pada kesejahteraan jutaan masyarakat perkebunan.

Penegasan itu disampaikan H. Nasarudin dalam pertemuan langsung bersama Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P. Diskusi menyoroti kondisi harga sawit petani belakangan ini yang dinilai belum sepenuhnya memberi keadilan bagi petani di daerah.

“Sektor kelapa sawit adalah penopang utama ekonomi nasional sekaligus sumber penghidupan jutaan rakyat Indonesia. Karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan harus hadir menjaga stabilitas harga dan tata niaga sawit yang sehat,” tegas H. Nasarudin.

“Petani sawit adalah tulang punggung ekonomi daerah dan nasional. Kami berharap harga TBS petani dapat kembali normal, stabil, dan memberikan rasa keadilan bagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari sektor ini,” ujarnya lantang.

Langkah Strategis PKSPI:

1. Perkuat pengawasan rantai distribusi dan tata kelola penetapan harga TBS di daerah agar petani mandiri tidak dirugikan.

2. Libatkan organisasi petani secara aktif dalam setiap kebijakan yang menyangkut kepentingan sawit nasional.

3. Bangun sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan, dan organisasi petani untuk industri sawit yang berkeadilan dan berdaya saing global.

Menteri Pertanian RI, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., selama ini dikenal konsisten mendorong penguatan sektor pertanian nasional, termasuk peningkatan kesejahteraan petani melalui program-program strategis pemerintah.

PKSPI menyatakan akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperjuangkan hak-hak petani sawit serta menjaga stabilitas sektor perkebunan demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan ekonomi bangsa.

“Bersama memperjuangkan harga sawit petani yang adil dan berkeadilan.”

 

( Laks Herry )

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`