Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Pantau Pengamanan Arus Mudik Lebaran, Forkopimda Riau Tinjau Pos Pam di Perbatasan Riau – Sumut

21
×

Pantau Pengamanan Arus Mudik Lebaran, Forkopimda Riau Tinjau Pos Pam di Perbatasan Riau – Sumut

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Rohil | Kompas 1 Net- Pastikan keamanan masyarakat yang hendak melaksanakan mudik lebaran, Forkopimda Prov. Riau, Pada Jumat/ 29.4.2022 berkunjung ke pos pengamanan lebaran, di daerah perbatasan Riau sumut di Bagan Batu, Kec.Bagan Sinembah Kab. Rokan Hilir. Hal ini guna meninjau Pos Penjagaan dan Pengamanan arus mudik di daerah perbatasan.

Kapolda Riau Irjen Pol Muhammad Iqbal beserta Gubernur Riau Drs. H Syamsuar M.si dan Kolonel Inf  Parlindungan Hutagalung , juga didampingi Dinas kesehatan dan Perhubungan tiba desa Bagan Manunggal menggunakan heli kopter. Ini dilaksanakan guna meninjau arus mudik di daerah perbatasan, dan juga melihat sejauh mana kesiapan personil di pos pos penjangaan/pengamanan lebaran, untuk menciptakan arus mudik yang sehat, aman dan lancar sesuai anjuran Kapolri.

Dalam sambutanya Gubernur Riau menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Kapolres Rohil, Dandim 0321 dan Bupati Rokan hilir, juga tenaga medis yang telah ikut berpartisipasi dalam mempersiapkan pos pengamanan terpadu di daerah perbatasan Riau sumatra ini.

Karena hasil pantauan kami, di pos pengamanan terpadu lebaran di daerah perbatasan sumatra -riau di Bagan batu ini, fasilitasnya cukup baik, disamping pos pam lebaran juga disediakan pijat repleksi, diperuntukkan bagi pemudik yang kelelahan dan ingin beristirahat, juga dilengkapi dengan gerai vaksin bagi pemudik yang belum menerima Vaksin, dan juga memiliki bengkel mobil yang bekerja sama dengan  Showroom Agung toyota motor Bagan batu.

Bengkel ini khusus diperuntukkan bagi pemudik yang butuh teknisi perbaikan kendaraan yang mengalami kerusakan pada saat perjalanan mudik. Ini juga merupakan komitmen kita bersama ujar samsuar, dalam rangka menciptakan rasa aman bagi masyarakat kita yang melaksanakan mudik lebaran, yang telah diberikan ijin oleh Presiden. Karena kita juga dapat laporan bahwa warga kita yang dari Riau juga banyak yang melaksanakan mudik lebaran.

Kami juga tadi telah mengingatkan warga yang akan melaksanakan mudik, agar lebih berhati hati dalam perjalanan, dan semoga selamat sampai tujuan dan kembali ke Riau juga dengan keadaan selamat.

Pada kesempatan itu juga tidak lupa atas nama Gubernur Riau Samsuar dan rombongan mengucapkan  kepada seluruh masyarakat yang ada di Riau, Selamat Idul Fitri 1443 H, Minal A-idin Wal faizin, mohon maaf lahir dan bathin, sekaligus menutup kata sambutanya.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.