Example floating
Example floating
Berita

Warga Lubuk Gaung Curhat Limbah B3 ke GMKR; Pemko Dumai Diminta Bijak, Investasi jangan Mudharatkan Rakyat

36
×

Warga Lubuk Gaung Curhat Limbah B3 ke GMKR; Pemko Dumai Diminta Bijak, Investasi jangan Mudharatkan Rakyat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Dumai, Kompas 1 net – Warga Kelurahan Lubuk Gaung Kecamatan Sungai Sembilan Dumai melaporkan kekhawatiran mereka atas pembangunan SBE PT SDS di areal dekat pemukiman ke Gerakan Mengembalikan Kedaulatan Rakyat (GMKR,).

Perwakilan warga yang hadir antara lain Angga, Aidil dan Astur merasa cemas bila SBE itu jadi di bangun.

“Sedang power plant PLTU ini ajo dah ajap kami pak, air hujan tak bisa ditampung, bunyi letupan tiap sebentar, ini nak ditambah lagi SBE, limbah B3 ini , tambah ajap kami pak, ” ujar Anggara Saputra kepada Brigjend Purn Edi Natar dan pengurus GMKR Lainnya.

Menyikapi itu, Koordinator GMKR Brigjend Purn Edi Natar mengatakan akan menindak lanjuti asal tuntutan logis.

“Kalau menutup perusahaan gegara itu rasanya beratlah, tapi kalau tuntutannya logis, seperti dipindahkan di tempat yang aman, Insya Allah lah, ” ucap Gubernur Riau pada masanya itu.

Pengurus.GMKR yang lain Dr Elviriadi menyatakan limbah B3 dari Bleaching sangat berbahaya bagi manusia dan makhluk hidup.

“Banyak aturan yang mengatur tentang Pengelolaan, penyimpanan dan teknis limbah B3. Yang paling dasar diatur dalam PP No 22 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup. Dampak dan penduduk terdampak itu syarat utama Jangan sampai memudharat kan orang banyak, ” ucap Alumni UKM Malaysia itu.

Elviriadi menambahkan, perusahaan dan pemerintah harus mematuhi aturan perundangan.

“Setiap penambahan proyek baru itu harus ada AMDAL nya, apalagi terkait penyimpanan bahan beracun berbahaya. Sementara hasil Rapat Dengar Pendapat di DPRD Dumai 19 Mai 2026 AMDAL tak ada, izin bikin pagar tak ada, konsultasi publik tidak dilakukan. Nah, jika konsultasi publik tidak dilakukan, niscaya timbul lah masalah, konflik sosial. Bagaimana sebuah industri yang katanya mau memajukan masyarakat dan bangsa, tapi faktanya terjadi kegaduhan? Inilah kita Minta Pemko Dumai bijak dalam hal ini, Kementrian Lingkungan Hidup Harus Bertindak jujur dan objektif, ” kesal putra Selatpanjang itu

Lubuk Gaung dahulunya Desa nelayan yg hijau dengan mangrove lebat sepanjang pantai. Kini hancur dan punah hilang bersama punahnya kehidupan nelayan tradisional.

Ikon Dumai menampilkan ikan lomek hanya tunggal nama. Karena lomek itu ikan pengerih yang hanya di tangkap secara tradisional oleh nelayan orang Melayu asli telah menjadi pelabuhan industri besar. Mereka kini tersingkir bahkan satu dua rumah yg masih bertahan terpaksa menjerit karena takut mati oleh limpah B. 3.

Oligarki bangkit dan ingin hidup dan kaya sendiri sementara masyarakat sengsara. Lalu masih adakah pemerintah mulai bawah sampai atas? Kemana mereka mengadu. Semoga GMKR bisa mengembalikan Marwah negeri Melayu Dumai.

 

Editor: Redaksi

Example 120x600