Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Warga Desa Tobai Barat Datangi Kadis DPMD Kabupaten Sampang,Ada Apa

31
×

Warga Desa Tobai Barat Datangi Kadis DPMD Kabupaten Sampang,Ada Apa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kompas 1 Net II Sampang, – Kunjungan beberapa warga ke Balai Desa Tobai Barat hari lalu, dengan maksud mempertanyakan ketidak aktifannya PJ Kepala Desa Tobai Barat. Kunjungan tersebut berupa keluhan dari salah satu warga tentang kinerja PJ yang dianggap kurang maksimal

Tak hanya sampai di Balai Desa, keluhan tersebut rupanya dimuat dalam surat aduan yang berisi tuntutan kepada PJ Kepala Desa Tobai Barat dengan mendatangi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan menemui langsung Kepala Dinas Drs.Chalilurachman, M.Si. Senin 17/01/2022

Setibanya diruangannya beberapa warga di sambut dengan baik oleh Kadis PMD. Kemudian salah satu dari warga atas nama Moh. Said Mulyadi menyampaikan beberapa keluhan dan menuntut kinerja PJ Kepala Desa Tobai Barat yang dianggap kurang maksimal.

Beberarap tuntutan yang disampaikan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) sebagai berikut;

“Sebagai warga desa tobai barat merasa

keberatan atas pengangkatan PJ Kepala Desa Tobai Barat Kecamatan Sokobanah Kabupaten Sampang”

Berikut beberapa tuntutan warga tersebut yang di sampaikan kepada DPMD. Dengan beberapa pertimbangan diantaranya;

1. PJ kepala desa tobai barat selama diangkat atau dikeluarkannya SK belum pernah masuk pada waktu jam kerja kedinasan.

2. PJ kepala desa tobai barat bukan putra desa yang mana tidak akan pernah tahu menahu tentang situasi dan konsdisi desa tobai barat.

3. Pengangkatan PJ terkesan formalitas dan structural, karena kewenangan masih di kepala desa sebelumnya.

4. Ketika di butuhkan rakyat harus ke kecamatan dengan tidak memikirkan kemaslahatan rakyat.

5. Tersendatnya pelayanan umum karena PJ tidak stand by di Desa Tobai barat

6. Pengangkatan PJ bertentangan dengan undang-undang ITE “ keterbukaan public”

7. Didalam PJ masih ada PJ, dengan Menugaskan orang lain.

Menanggapi hal tersebut Kepala DPMD Kab. Sampang Drs. Chalilurrachman, M.Si menjelaskan pelayanan seorang PJ seperti halnya yang menyangkut tanda tangan tidak harus oleh PJ itu sendiri, yang penting pelayanan tetap berjalan

“Pelayanan itu tidak harus oleh PJ Mas,! Klo itu hanya menyangkut pelayanan seperti halnya tanda tangan itu bisa diwakili” Jelasnya

Prihal ketidak aktifnya PJ tersebut kalau memang benar dua kali dalam satu minggu pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Camat setempat

“Saya akan menghubungi Bapak Camat disana, akan menanyakan langsung kepada beliau apa benar adanya PJ tersebut jarang masuk Kantor” Tambahnya (Red)


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.