Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Walikota Dumai Gagas Bangun Jalan Alternatif Untuk Warga Tidak Lewat Komplek Perumahan Pertamina Lagi

34
×

Walikota Dumai Gagas Bangun Jalan Alternatif Untuk Warga Tidak Lewat Komplek Perumahan Pertamina Lagi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DUMAI | Kompas 1 Net- Guna kepentingan masyarakat Dumai, Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM, MARS beberapa waktu yang lalu memimpin rapat percepatan rencana pembangunan jalan alternatif di Kecamatan Dumai Selatan. Rapat itu diselenggarakan berlangsung di Ruang Rapat Wan Dahlan Ibrahim, pada Rabu (18/5)

Pada rapat itu tampak di hadiri Plt. Kadis PUPR Dumai beserta jajaran, Dinas Perumahan Dan Pemukiman (Perkim),Camat Dumai Selatan dan para Lurah se Kecamatan Dumai Selatan, perwakilan Pertamina dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam hal ini Wali Kota Dumai, Paisal mengungkapkan rapat percepatan rencana pembangunan jalan penghubung alternatif di kecamatan Dumai Selatan‎ merupakan tindak lanjut dari keinginan masyarakat Kelurahaan Bukit Timah, Mekar Sari dan Bukit Datuk, untuk mendapatkan akses yang lebih cepat dan tidak lagi melewati komplek perumahan Pertamina Bukit Datuk.

Paisal mengaku, untuk rencana pembangunan jalan alternatif tersebut akan di bangun panjang jalan penghubung ini ada sekitar 4,4 km. Jika sudah ada kesepakatan, bisa segera di kerjakan untuk kepentingan masyarakat.

Tambahnya lagi, selama ini masyarakat dari Bukit Timah yang hendak ke Bukit Datuk dan Mekar Sari harus melewati kawasan komplek perumahan Pertamina, karena itu merupakan salah satu akses jalan yang terdekat dan tercepat menuju Bukit Timah Dumai.

“Jadi, agar tidak lagi menggangu aktivitas di komplek perumahan Pertamina Bukit Datuk, maka diperlukan jalan Alternatif ini, dan hal ini sebenarnya sudah lama diminta dan di dambakan masyarakat, namun masih belum ketemu titik terang, karena menyangkut aset aset tanah pertamina, jadi perlu adanya rapat duduk bersama untuk mencari jalan keluar,” terangnya.

Menurutnya, jika jalan pembangunan jalan penghubung alternatif di Kecamatan Dumai Selatan‎ ini bisa cepat dikerjakan, maka akses jalan masyarakat Bukit Timah yang hendak ke Bukit Datuk dan Mekar Sari, bisa semakin lancar dan tidak lagi melewati komplek perumahan pertamina.

“Kita tahu kalau komplek perumahan Pertamina itu kan dijaga ketat oleh para security, sehingga sering kali terjadi diskomunikasi antara masyarakat dengan para security, jadi kalau jalan penghubung ini bisa cepat dikerjakan, tentunya akan lebih baik,” terangnya.

Pada kesempatan ini juga,Wali Kota Dumai H. Paisal SKM.Mars meminta dinas terkait, bisa bergerak cepat. Apa-apa saja yang perlu dilakukan tekait pendataan dan dokumen yang harus dilengkapi, agar pembangunan jalan penghubung alternatif ini ‎bisa segera di kerjakaan.

“Saya minta cepat, karena ini kepentingan masyarakat, jadi ‎Dinas terkait, termasuk kecamatan dan kelurahan bisa segera bergerak, dan berkomunikasi dengan pihak Pertamina, karena disana juga ada aset aset negara,” imbuhnya.

Disisi lain,salah satu warga masyarakat berinisial Untung Juga dari perwakilan masyarakat, mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Dumai, dan stakeholder terkait, yang sudah merespon dan menindaklanjuti pembangunan jalan penghubung warga Bukit timah ke mekar sari, dan Bukit Datuk.

“Kami masyarakat sangat senang sekali jika jalan penghubung ini bisa segera terealisasi karena sangat membantu kami untuk bersilaturahmi dengan keluarga kami baik di bukit Timah, Mekar sari maupun bukit Datuk,” pungkasnya.***.

 

Reporter. : Muhardi.f


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.