Example floating
Example floating
Ekonomi

Sri Mulyani Beri Gaji ke -13 PNS dan Pensiunan 2025 Lebih Besar dari 2024, Golongan 2 dan 3 Bakal Cair Segini..!

104
×

Sri Mulyani Beri Gaji ke -13 PNS dan Pensiunan 2025 Lebih Besar dari 2024, Golongan 2 dan 3 Bakal Cair Segini..!

Sebarkan artikel ini

Kompas 1 net – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati resmi menetapkan pencairan gaji ke-13 untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan PNS.

Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 23 tahun 2025, pencairan gaji ke-13 baik PNS maupun pensiunan PNS akan dicairkan paling cepat di bulan Juni 2025.

Besaran gaji ke-13 PNS dan pensiunan PNS di tahun 2025 berbeda dengan tahun sebelumnya dan diestimasikan nominal pencairan jauh lebih besar.(kemenkeu.go.id)

Sebagai informasi, regulasi terkait gaji ke-13 PNS aktif dan pensiunan PNS sudah ditetapkan. Berdasarkan Permenkeu Nomor 23 tahun 2025, PNS dan pensiunan PNS akan menerima gaji ke-13 berdasarkan golongannya. (dilansir dari AyoBandung.Com. Selasa 6 Mei 2025)

Yang membedakan dengan nominal gaji ke-13 tahun 2024 adalah komponen pencairannya. Jika gaji ke-13 PNS dan pensiunan PNS di tahun 2024 hanya setara gaji pokok maka di tahun 2025, komponen pencairannya jauh lebih kompleks.

Gaji ke-13 PNS dan pensiunan PNS di tahun 2025 meliputi gaji pokok beserta tunjangan melekat. Lalu berapa nominal gaji ke-13 yang diterima untuk PNS dan pensiunan PNS khususnya golongan 2 dan 3? Berikut rinciannya.

1. Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Untuk tunjangan keluarga istri/suami dicairkan 10 persen dari gaji pokok, tunjangan keluarga anak 2 persen dari gapok, tunjangan pangan setara dengan 10 kg beras per anggota keluarga, dan tunjangan umum serta kinerja disesuaikan dengan kebijakan instansi masing-masing sesuai pangkat dan kelas jabatannya. Mengacu PP Nomor 5 Tahun 2024, berikut gaji PNS golongan 2 dan 3.

Golongan II

Golongan IIa: Rp 2.184.000-Rp 3.643.400.

Golongan IIb: Rp 2.385.000-Rp 3.797.500.

Golongan IIc: Rp 2.485.900-Rp 3.958.200.

Golongan IId: Rp 2.591.100-Rp 4.125.600.

Golongan III

Golongan IIIa: Rp.2.785.700-Rp.4.575.200.

Golongan IIIb: Rp.2.903.600-Rp.4.768.800.

Golongan IIIc: Rp.3.026.400-Rp.4.970.500.

Golongan IIId: Rp.3.154.400-Rp.5.180.700.

2. Pensiunan PNS 

Komponen pencarian pensiunan PNS pada dasarnya sama dengan PNS, yang membedakannya adalah tidak ada tunjangan umum dan kinerja. Namun, diganti dengan tambahan penghasilan berupa insentif tahunan.

Sehingga gaji ke 13 pensiunan PNS meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tambahan penghasilan yang sesuai dengan kebijakan masing-masing instansi.

Gaji pokok pensiunan PNS golongan 2 dan 3 berdasarkan PP nomor 8 tahun 2024, tentang penetapan pensiun pokok, pokok pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) dan janda atau dudanya.

Golongan 2

Golongan 2a: Rp.1.748.096-Rp.2.833.824.

Golongan 2b: Rp.1.748.096-Rp.2.953.776.

Golongan 2c: Rp.1.748.096-Rp.3.078.656.

Golongan 2d: Rp.1.748.096-Rp.3.208.800.

Golongan 3

Golongan 3a: Rp.1.784.096-Rp.3.558.576.

Golongan 3b: Rp.1.784.097-Rp.3.709.104.

Golongan 3c: Rp.1.784.097-Rp.3.866.016.

Golongan 3d: Rp.1.784.097-Rp.4.029.536.

 

Sumber: Ayo Bangdung. Com

Tores, Kompas 1 net melaporkan

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`