Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Sidak ke Pasar Rakyat Kota Rengat, Bupati Inhu Tegaskan Pentingnya Penataan Ekosistem Pasar 

107
×

Sidak ke Pasar Rakyat Kota Rengat, Bupati Inhu Tegaskan Pentingnya Penataan Ekosistem Pasar 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

INHU, Kompas 1 net – Jelang akhir tahun, Bupati Indragiri Hulu Ade Agus Hartanto didampingi Sekda Zulfahmi Adrian beserta Kepala OPD dan Instansi terkait melakukan inspeksi (sidak) untuk memantau stabilitas harga bahan pokok, ketersediaan stok pangan, hingga penataan lapak penjual, Jum’at (12/12/2025).

Jadi lokasi pertama, Pasar Rakyat Kota Rengat yang menjadi pusat jantung jual beli Bapok dikunjungi Bupati berserta rombongan untuk memantau dan mendengar keluhan.

Dari pantauan dilapangan harga ikan dan ayam masih dalam kondisi stabil, demikian dengan sayur. Namun beberapa kenaikan harga ada pada cabai merah minang di harga Rp. 110.000 Per kilogram sementara bawang merah Rp. 55.000 Per Kilogram.

Kenaikan bahan pokok cabai itu diprediksi dampak dari distribusi yang terkendala dalam perjalanan dari banjir yang menimpa Provinsi Sumatera Barat.

Dari lapak sayur dan bumbu, Bupati Ade meninjau area lokasi pasar dekat parkiran dan gerbang pasar, Ade menerima keluhan pedagang yang mengaku sulit menepatkan lapak dagangannya dan sering sekali mendapatkan perlakuan pungli.

Menindaklanjuti itu Bupati Ade berkoordinasi dengan Sekda Zulfahmi untuk memberi arahan kepada Disperindag dan Satpol mengatur ekosistem penataan pasar yang memiliki SOP agar penjual dan pembeli dapat melakukan transaksi dengan nyaman.

“Iya bu makanya saya ingin pasar utama kita ini rapi, saya akan menindaklanjuti pungli yang menjual lapak kepada pedagang, kita usut kita rapikan Insya Allah sampai ke infrastrukturnya. Sehingga tidak ada pengaduan lagi baik dari pedagang maupun konsumen,” tegas Ade pada salah satu pedagang yang mengeluh.

Usai melakukan Sidak Ke Pasar Rakyat, Bupati Ade memberikan instruksi lanjut kepada Sekda untuk meninjau ketersediaan Beras di Bulog dan Toko Distributor Sembako.

Sekda Zulfahmi bergerak menuju Gudang Bulog untuk memastikan ketersediaan beras SPHD tercukupi sampai akhir tahun, dikatakan oleh Kepala Perum Bulog Wilayah Inhu masih ada sekitar 46 ton stok beras didalam gudang.

“Kita perlu data utama baik dari pihak bps, dinas dan camat dilapangan untuk memastikan beras subsidi dari bulog ini tepat sasaran, jadi masyarakat terbantu dengan harga beras yang terjangkau,” tutur Sekda.

Dari Gudang Bulog, Zulfahmi bertolak menuju Toko Wijaya yang menjadi toko distributor terbesar di Inhu untuk memastikan stok dan harga beras

“Karena apabila stok barang kosong harga, barang akan naik ini saya minta Disperindag melakukan pengawasan
wilayah peredaran sembako. Tidak boleh berada lebih banyak diluar Inhu, harus pastikan ketersediaan di Inhu tercukupi dulu,” tegasnya.

Zulfahmi meminta semua pihak bisa berkoordinasi untuk menghindari kelangkaan bahan pokok yang beredar di masyarakat terutama saat menghadapi situasi penetapan bencana hidrometeorologi ke depan.

Jaya: Kompas1net Inhu, Melaporkan


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.