JAKARTA, Kompas 1 net — Beredar sebuah gambar di media sosial yang mencatut nama Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Prof. Yusril Ihza Mahendra. Dalam gambar tersebut tertulis pernyataan kontroversial terkait hukuman mati bagi koruptor.
Melalui akun Facebook resminya, Prof. Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa kutipan tersebut adalah bohong atau hoaks. Ia menyatakan tidak pernah mengucapkan kalimat sebagaimana yang dituduhkan dalam gambar yang viral itu.
Dalam unggahan klarifikasinya pada Minggu 30 Agustus 2026, Prof. Yusril meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dan tidak ikut menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Beredar sebuah gambar/kutipan palsu yang mencatut nama Prof. Yusril Ihza Mahendra seolah-olah mengeluarkan pernyataan kontroversial terkait hukuman mati bagi koruptor. Setelah ditelusuri, pernyataan tersebut sepenuhnya adalah BOHONG (HOAKS).”
— Prof. Yusril Ihza Mahendra
Menko Kumham Imipas via Akun Facebook Resmi
Dalam gambar hoaks tersebut tertulis kutipan: “Kalau hukuman mati bagi koruptor disahkan tentu akan banyak pejabat yang mati. Lalu siapa yg akan mengurus negeri ini”. Kutipan itu juga disertai foto Prof. Yusril dan diberi tanda silang merah besar serta stempel “HOAX”.
Prof. Yusril mengimbau masyarakat untuk menerapkan prinsip saring sebelum sharing agar tidak termakan informasi palsu yang berpotensi menyesatkan publik dan menimbulkan kegaduhan.
“Mari kita hentikan penyebaran informasi palsu yang berpotensi menyesatkan publik. Selalu ingat prinsip saring sebelum sharing!”
— Prof. Yusril Ihza Mahendra
Menko Kumham Imipas
Klarifikasi ini disampaikan Prof. Yusril melalui akun Facebook resminya pada Minggu 30 Agustus 2026.












