PEKANBARU, Kompas 1 net — Pimpinan Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PW KAMMI) Riau menegaskan bahwa agenda Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswillub) yang berkembang saat ini bukan merupakan agenda KAMMI yang independen.
PW KAMMI Riau memandang bahwa agenda tersebut perlu dilihat secara utuh berdasarkan siapa yang menginisiasi, mekanisme yang digunakan, serta kepentingan yang berada di belakangnya.
Dalam dinamika yang berkembang, PW KAMMI Riau melihat adanya kelompok yang mengatasnamakan KAMMI dan mendorong agenda Muswillub, sementara kelompok tersebut dinilai memiliki kedekatan dengan salah satu partai politik.
“Posisi kami jelas. Muswillub tersebut bukan agenda KAMMI independen. Agenda itu merupakan agenda kelompok yang dalam dinamika politik hari ini memiliki kedekatan atau berada dalam pengaruh salah satu partai politik. Karena itu, tidak tepat apabila kemudian agenda tersebut diposisikan sebagai representasi seluruh KAMMI Riau,” tegas PW KAMMI Riau.
PW KAMMI Riau menilai persoalan ini bukan semata-mata mengenai forum Muswillub, tetapi menyangkut independensi gerakan mahasiswa. KAMMI tidak boleh ditempatkan sebagai instrumen untuk kepentingan politik praktis pihak tertentu.
Karena itu, PW KAMMI Riau meminta kader akar rumput agar tidak terburu-buru mengambil sikap hanya berdasarkan informasi atau narasi yang beredar. Setiap kader memiliki hak untuk mengetahui secara jelas dasar konstitusional, mandat organisasi, serta pihak-pihak yang berada di balik setiap agenda yang mengatasnamakan KAMMI.
KAMMI Bukan Perpanjangan Tangan Partai Politik
PW KAMMI Riau menegaskan bahwa kedekatan personal kader dengan partai politik merupakan persoalan individu. Namun, hal tersebut tidak boleh kemudian menghilangkan independensi kelembagaan KAMMI atau menjadikan organisasi sebagai instrumen kepentingan politik praktis.
“Kami menghormati pilihan politik setiap individu. Tetapi organisasi harus tetap independen. Jangan sampai kepentingan politik individu atau kelompok kemudian dibawa masuk dan dipaksakan menjadi kepentingan organisasi,” lanjutnya.
PW KAMMI Riau juga mengajak seluruh kader untuk tidak terjebak dalam polarisasi dan konflik yang tidak produktif. Perbedaan pandangan harus diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme organisasi, bukan dengan membawa kepentingan eksternal ke dalam tubuh gerakan.
Seruan kepada Kader Akar Rumput
PW KAMMI Riau menyerukan kepada seluruh kader di tingkat komisariat, daerah, hingga wilayah untuk tetap menjaga ukhuwah dan soliditas.
Kader diminta mengedepankan tabayun, konstitusi, independensi, dan kepentingan organisasi dalam menyikapi setiap informasi terkait Muswillub.
PW KAMMI Riau percaya bahwa kader akar rumput memiliki kedewasaan dalam menentukan sikap dan tidak mudah diarahkan oleh kepentingan di luar organisasi.
“KAMMI harus tetap menjadi gerakan mahasiswa yang kritis dan independen. Kalau ada agenda politik dari kelompok tertentu, silakan menjadi agenda kelompok tersebut. Tetapi jangan kemudian mengatasnamakannya sebagai agenda seluruh KAMMI,” tegas PW KAMMI Riau.
PW KAMMI Riau mengajak seluruh kader untuk kembali memusatkan energi pada kaderisasi, gerakan intelektual, advokasi masyarakat, dan kontribusi nyata bagi umat serta bangsa.
Independensi KAMMI harus dijaga. Soliditas kader akar rumput harus dipertahankan. Dan kepentingan politik praktis tidak boleh mengambil alih ruang organisasi***
Editor : Redaksi














