Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri di halaman tengah Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
JAKARTA, Kompas1.Net — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan sekaligus menjaga ketahanan nasional.
Kepala Negara meminta seluruh jajaran terkait mengusut tuntas dugaan keterlibatan manusia dan korporasi dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saya minta kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, dibantu TNI, dibantu intelijen untuk selidiki karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab. Rakyat juga menangkap berbagai oknum yang sengaja membakar, yang bisa kita anggap ini adalah terorisme lingkungan,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo menyoroti hasil penyelidikan di lapangan yang menunjukkan bahwa fenomena karhutla tidak semata-mata disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga diduga melibatkan campur tangan manusia dan tanggung jawab sejumlah korporasi.
“Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan karena apa yang mereka lakukan membahayakan kesehatan jutaan rakyat kita. Kita tidak boleh menganggap ini remeh, kita akan sekarang masif menangani itu, tapi kita juga akan mengusut sampai tuntas dan kali ini maaf, kita tidak bisa lagi bertindak dengan biasa-biasa saja,” imbuh Kepala Negara.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyebut penegakan hukum harus dilakukan berdasarkan bukti yang jelas dan melalui proses yang cermat. Pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk mencabut izin usaha.
“Kalau bukti sudah jelas, kita akan bertindak, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar. Bagi negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada saatnya kita akan buka perusahaan-perusahaan,” ungkap Presiden Prabowo.
Selain soal karhutla, Presiden Prabowo turut menggarisbawahi pentingnya persatuan nasional di tengah berbagai upaya yang berpotensi memecah belah.
“Rakyat kita semakin pandai, pemimpin-pemimpin kita di ujungnya akan menjaga persatuan dan itulah yang sekarang saya jalankan, politik saya adalah politik persatuan nasional, saya ingin merangkul semua kekuatan,” ucap Kepala Negara.
Arahan Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna tersebut membawa dua pesan penting: negara harus tegas terhadap siapa pun yang merusak lingkungan dan membahayakan rakyat, sekaligus terus merawat persatuan sebagai fondasi kekuatan nasional.
“Di Riau sendiri, kasus karhutla masih menjadi perhatian serius, terutama di wilayah Pelalawan dan Rokan Hilir yang rawan kebakaran lahan gambut.”
Sumber: BPMI Setpres
Editor: Dian Supianto













