Example floating
Example floating
Ekonomi

Nadya Bella, Advokat Cantik Dari LBH INTI ini Menyeru Masyarakat Untuk Melestarikan Ekosistem Bawah Laut Indonesia

66
×

Nadya Bella, Advokat Cantik Dari LBH INTI ini Menyeru Masyarakat Untuk Melestarikan Ekosistem Bawah Laut Indonesia

Sebarkan artikel ini

Jakarta, Kompas 1 Net – Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia dengan dua pertiga luas lautan yang lebih besar dari pada daratan. Kondisi perairan yang sangat luas ini, menjadikan Indonesia sebagai potensi sumberdaya hayati yang cukup besar, salah satunya adalah potensi perikanan dan kelautan.

Tak ayal lagi di mata dunia, bahwa Indonesia adalah surganya wisata alam bawah laut bagi para wisatawan, baik dari dalam negeri maupun dari mancanegara. Adapun wilayah yang sering dikunjungi adalah Bunaken, Raja Ampat, dan lain sebagainya. Karena di dalamnya terdiri dari berbagai jenis ikan dan keindahan terumbu karang yang menghiasi panorama bawah lautnya. Tentu saja hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.

Laut adalah habitat bagi ikan ikan serta binatang laut lainnya, termasuk terumbu karang. Terumbu karang adalah media bagi ikan ikan laut dan tempat tumbuhnya rumput laut.

Rumput laut adalah salah satu tumbuhan yang memiliki manfaat bagi manusia, selain itu laut juga sebagai pengatur suhu di bumi.

Suatu unsur yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, yaitu air. Dengan air, kita bisa melakukan aktivitas sehari-hari sesuai keinginan kita dan mengkonsumsinya agar tetap dapat hidup. Bahkan bukan hanya manusia saja yang membutuhkan air, tetapi makhluk hidup lainnya pun sangat membutuhkan air.

Bisa dilihat dalam peta dunia bahwa sebagian besar bumi, bahkan dalam persentasenya hampir di kelilingi oleh air, sehingga bisa dikatakan bahwa air merupakan denyut nadi untuk kelangsungan kehidupan manusia.

“Namun saat ini ekosistem laut sudah mulai terancam di dunia, khususnya di Indonesia sendiri. Hal ini tanpa disadari merusak banyak hal, salah satunya adalah pemanasan global. Pemanasan global terjadi karena ekosistem bawah laut yang kondisinya berangsur-angsur memburuk,” ungkap Nadya Bella di sela sela liburannya di Pantai Putri Duyung, Ancol, Jakarta.

Pengacara cantik penggemar olah raga laut ini menuturkan, “Perlu kita sadari, lingkungan laut harus kita perhatikan agar setiap ekosistem makhluk di dalamnya tidak terancam bahaya, sehingga tidak ada lagi yang dirugikan. Dalam hal ini, perlunya kesadaran diri untuk peduli terhadap lingkungan laut karena banyak orang yang secara berlebihan mengeksploitasi hasil laut seperti memburu ikan ikan secara berlebihan sampai ikan ikan tersebut terancam punah, mengambil terumbu karang untuk sebuah bangunan, pengeboman untuk mencari ikan, sehingga merusak ekosistem yang ada di laut tanpa memikirkan dampaknya dalam jangka panjang,”

“Jumlah penduduk yang tumbuh pesat, begitu juga tingkat kebutuhan manusia semakin meningkat. Makin hari kebutuhan manusia terhadap air semakin berlipat. Karena itu, kita haruslah menghemat dan menjaga kualitas air,” lanjutnya, sambil menikmati segarnya air kelapa muda di pinggir pantai.

Dalam kererangannya, Rabu, 23 November 2022, Nadya Bella, Advokat Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) ini menjelaskan,

“Disini pentingnya peranan dan partisipasi dari seluruh komponen masyarakat dalam menjaga lingkungan laut, serta melestarikan ekosistemnya.”

Lebih lanjut, perempuan seksi yang tengah menggeluti dunia Disc Jokey (DJ) ini menerangkan,

“Dengan melestarikan ekosistem laut, berarti kita telah melestarikan setengah dari ekosistem di bumi. Karena laut mewakili separuh dari seluruh daerah yang ada di bumi.”

“Perlunya kita menjaga lingkungan laut agar binatang binatang yang hidup di dalamnya tidak punah begitu saja. Karena bagaimana pun juga, manusia mendapatkan sumber makanannya dari laut seperti ikan-ikan laut,” ungkapnya panjang lebar.

“Juga untuk mewarisi anak cucu kita agar dapat menikmati keindahan ekosistem yang ada di laut, juga agar mereka dapat memanfaatkan laut beserta ikan ikan yang ada di dalamnya,” tutupnya.

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`