Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Menteri BUMN Erick Thohir Kunjungan ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI

43
×

Menteri BUMN Erick Thohir Kunjungan ke Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Kompas 1 Net II Jakarta–Pekan pertama bulan Januari, tepatnya pada hari Selasa (11/01) kisar pukul 11.00 WIB, Menteri BUMN Erick Thohir kunjungan ke gedung bundar Kejaksaan Agung RI untuk bertemu dengan Jaksa Agung Burhanuddin yang berlokasi di bilangan Jakarta Selatan, Jakarta

Usai pertemuan, Kisar pukul 11.45 WIB Erick Thohir menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaannya dari pihak Kejaksaan Agung dan khususnya bapak Jaksa Agung Burhanuddin yang berkesempatan menemui beliau.

Bahwasanya, tujuannya kemari bukan hanya perkara ASABRI JIWASRAYA yang tengah proses berjalan, akan tetapi terkait indikasi korupsi Garuda pada hari Selasa (11/01), ujar Erick.

Sedari pihak BUMN, ungkap Erick mengemukakan bertujuan menyerahkan laporam data data ke pihak Kejaksaan Agung RI, yakni pada bapak Jaksa Agung Burhanuddin terkait dugaan korupsi di Garuda, salah satu perusahaan plat merah. Demikian ucap Menteri BUMN saat jumpa pers di hadapan wartawan media cetak, online, dan televisi. Jakarta, Selasa (11/01)

Pantauan pewarta, saat di lokasi Menteri BUMN Erick Thohir ditemani oleh Wamen BUMN II Kartika Wirjoatmodjo kala memberikan pernyataan pers di hadapan wartawan.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan apakah ini nantinya bakal ada Kerugian Negara, nanti biar dari pihak Kejaksaan saja angka angka nya confirm, kita sinkronisasi data.” Dan ini bukan hanya Garuda saja, namun juga terkait meningkatkan program menyeluruh (sinergitas) oleh Kejaksaan bersama BUMN,” ujarnya

” Memang sudah saat nya oknum oknum di BUMN harus dibersihkan. Ditambah, ada juga data data dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk audit dari Pemerintah tentunya BPKP,” papar Erick

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Menteri BUMN Erick Thohir yang telah membantu pihaknya membongkar kasus mega-korupsi PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asabri (Persero).

” Terima kasih kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara, Bapak Erik Tohir, atas kontribusi dan kerja samanya, Kejaksaan dapat mengungkap secara tuntas mega skandal korupsi pada PT Asuransi Jiwasraya dan PT ASABRI (Persero)

Sementara, untuk perihal GARUDA, sedari Jaksa Agung Burhanuddin katakan ini untuk ATR itu, namun saat ini jaman AS, direktur utamanya, tukasnya.

GARUDA tengah dalam revitalisasi, memang dalam proses pengadaan ATR ini. Ini tengah dalam investigasi, khususnya hari ini pada praktek nya ada investigasi.

Khususnya, saya dan jajaran ucapkan terima kasih atas tindakan nyata terkait penyelesaian perkara ASABRI dan JIWASRAYA.

Menteri BUMN mengungkapkan indikasi korupsi pengadaan pesawat milik Garuda Indonesia (GI), salah satunya pesawat jenis ATR-72-600. Indikasi korupsi diduga terjadi pada masa manajemen Garuda Indonesia sebelumnya. Erick pun menuturkan, Kementerian BUMN sudah menyerahkan bukti audit investigasi kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk ditindaklanjuti. Kendati demikian, dia enggan membeberkan berapa nilai kerugian negara atas tindakan tersebut.

Supriyadi melaporkan


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.