Example floating
Example floating
Ekonomi

Mantap ! Produk Kuliner Baru “Kalanak” Jadi Ikon Desa Gondangkulon, Begini Rasanya !

62
×

Mantap ! Produk Kuliner Baru “Kalanak” Jadi Ikon Desa Gondangkulon, Begini Rasanya !

Sebarkan artikel ini

Kompas 1 Net com II Gondangkulon — Program Desa Berdaya Provinsi Jawa Timur, berhasil memproduksi kuliner jenis baru yang disebut Kalanak.

Kuliner unik dan menarik ini di launching di rumah Kediaman Sugiarto yang merupakan Kepala Desa Gondangkulon Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk. Dan secara resmi telah dijadikan sebagai Ikon Desa Gondangkulon Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur. Selasa 28 Desember 2021.

Launching Snack Kalanak ini di hadiri oleh Dinas PMD Pemkab Nganjuk yang diwakili oleh Sekdin Subani, Forkopinca Gondang, para Kades Se-Kecamatan Gondang, RT RW dan Para ibu- ibu Penggerak PKK Se-Kecamatan Gondang.

Kalanak yang dijuluki jajanan ndeso, Kalanak adalah singkatan dari Kacang Kelapa, gula enak.,” Ungkap Ida Puspito Rini, isteri dari Kades Desa Gondangkulon Sugiarto, penemu pembuatan kue Kalanak ini.

Dalam memproduksi kue Kalanak ini, Ida Puspito Rini yang juga ketua TPKK Desa Gondangkulon menerangkan merupakan kegiatannya bersama para ibu-ibu TPKK Desa Gondangkulon. Dan menurutnya lagi, Hasil temuannya yang dinamkannya kue Kalanak ini. dijuluki jajanan ndeso, aman halal dan bergizi. Cocok jadi ikon Desa, unik dan menarik, cocok untuk oleh oleh (souvenir) dan terdiri dari tiga varian rasa.

“Disebut jajanan ndeso karena bahannya tersedia di Desa, halal dan bergizi sebab Kalanak sudah punya izin dari Dinkes dan memiliki sertifikat halal.cocok jadi ikon Desa karena merupakan innovasi baru yang hanya terdapat di desa Gondangkulon, dan

Unik dan menarik karena bungkus nya terbuat dari pelepah pisang sehingga kesannya lucu dan keren juga.maka tak heran jika dari rasanya yang enak dan bungkus nya yang unik bagi yang berkunjung ke desa Gondangkulon dan pulangnya jadi bisa dijadikan souvenir.

Kalanak kami buat menjadi tiga varian rasa, rasa kacang hijau, rasa kacang Kedelai dan rasa kacang tanah atau Kacang merah,” jelas Ida Puspito Rini.

 

Penulis Ratna

 

 

 

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`