PEKANBARU, Kompas1.net – Beredar di media sosial sebuah unggahan yang mengklaim seorang guru SMPN 1 Solo bernama Sulasih menyebut Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pernah tidak naik kelas saat SMP, memiliki nilai Bahasa Inggris di bawah 50, lalu pindah ke Singapura.
Benarkah klaim tersebut?
Setelah ditelusuri, klaim tersebut adalah hoaks.
Faktanya, tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel yang membenarkan adanya guru SMPN 1 Surakarta bernama Sulasih yang membuat pernyataan tersebut. Informasi ini juga telah diverifikasi oleh media pemeriksa fakta http://tirto.id.
Sebaliknya, Kepala SMPN 1 Surakarta, Wuryanti, menegaskan bahwa Gibran lulus dari SMPN 1 Surakarta sebelum melanjutkan pendidikannya ke Singapura. Artinya, narasi tidak naik kelas tersebut tidak benar.
Selain itu, gambar yang beredar dalam unggahan tersebut juga terindikasi hasil manipulasi. Berdasarkan hasil pemeriksaan menggunakan alat deteksi Hive Moderation, gambar tersebut memiliki probabilitas 97,2 persen sebagai hasil rekayasa Artificial Intelligence (AI).
Dengan demikian, narasi guru SMPN 1 Solo sebut Gibran tak naik kelas adalah informasi palsu dan menyesatkan.
Masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam menyaring informasi dan tidak mudah menyebarkan ulang konten yang belum terverifikasi kebenarannya.
Kesimpulan: HOAKS – Klaim Salah
Sumber : Siaran Pers Komdigi












