Example floating
Example floating
BeritaPerusahaan

Korban Terus Berjatuhan, Jalan Sungai Rawa Berubah Menjadi ‘Ladang Maut’ Oleh PT Ekasapta Paramita Energi

27
×

Korban Terus Berjatuhan, Jalan Sungai Rawa Berubah Menjadi ‘Ladang Maut’ Oleh PT Ekasapta Paramita Energi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Siak, Kompas 1 net– Jalan Sungai Rawa Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak -Riau, kini bak “ladang maut” bagi para pengguna jalan. Lebih dari 7 kilometer ruas jalan yang menjadi urat nadi masyarakat tiga desa mengalami kerusakan parah dengan lubang-lubang besar menganga di sepanjang badan jalan. Kondisi tersebut diduga kuat akibat lalu lalang truk bertonase berat milik PT Ekasapta Paramita Energi (PT EPE).

Jalan milik Pemerintah Kabupaten Siak yang hanya memiliki kelas jalan maksimal 8 ton itu setiap hari dilintasi kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL) pengangkut cangkang sawit dengan muatan mencapai sekitar 40 ton. PT EPE disebut sebagai satu-satunya perusahaan yang menggunakan jalur tersebut untuk aktivitas angkutannya.

Akibat kerusakan yang semakin parah, kecelakaan lalu lintas terus terjadi dan memakan korban. Salah satu insiden terbaru terjadi pada Minggu (21/6/2026) kemarin, ketika seorang perempuan paruh baya mengalami kecelakaan setelah terperosok ke lubang jalan yang rusak.

Menurut keterangan warga setempat, korban berusaha menghindari lubang besar yang terdapat di badan jalan. Namun nahas, saat bermanuver menghindari kerusakan jalan, sepeda motor yang dikendarainya justru tersenggol truk pengangkut cangkang sawit yang melintas.

“Perempuan ini berusaha menghindari lubang yang ada di badan jalan. Namun malah tersenggol truk yang membawa,” ujar seorang warga yang membantu korban di lokasi kejadian.

Akibat kecelakaan tersebut, korban mengalami luka pada bagian mulut. Darah segar terlihat membasahi kerudung yang dikenakannya sebelum akhirnya mendapat pertolongan dari warga sekitar.

Tokoh masyarakat Sungai Rawa, Faisal, mengaku geram dengan kondisi jalan yang terus memburuk tanpa adanya penanganan serius dari pihak terkait. Menurutnya, kecelakaan di ruas jalan tersebut sudah berulang kali terjadi dan masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.

“Kecelakaan di sini sudah sering terjadi. Kasihan masyarakat. Jalan ini merupakan satu-satunya akses utama bagi warga Desa Sungai Rawa, Desa Rawa Mekar dan Desa Tanjung Pal. Persoalan ini sudah berkali-kali kami sampaikan, tetapi seolah tidak pernah digubris. Seakan-akan pemerintah sudah mati hati terhadap penderitaan masyarakat,” tegas Faisal.

Faisal menilai kerusakan jalan semakin parah sejak maraknya aktivitas kendaraan ODOL yang setiap hari melintas membawa muatan berat melebihi kapasitas jalan.

Desakan agar persoalan ini diusut secara hukum juga mulai menguat. Aliansi Mahasiswa Peduli Lingkungan (AMPL) telah melaporkan dugaan kerusakan infrastruktur Jalan Sungai Rawa ke Kejaksaan Tinggi Riau dengan PT Ekasapta Paramita Energi sebagai pihak yang dilaporkan.

AMPL meminta Kejati Riau melakukan penyelidikan atas dugaan kerugian negara akibat rusaknya jalan yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah namun mengalami kerusakan berat akibat aktivitas kendaraan bermuatan berlebih milik PT EPE.

Selain itu, AMPL juga mendesak agar pihak kejaksaan memanggil dan meminta keterangan dari manajemen PT EPE maupun pihak-pihak terkait lainnya, menghitung potensi kerugian negara yang timbul akibat kerusakan jalan, memerintahkan pemulihan serta perbaikan infrastruktur yang rusak, dan menindak tegas apabila ditemukan adanya pelanggaran hukum.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Riau melalui Kasi Penerangan Hukum, Zikrullah SH MH, menyatakan laporan masih dalam tahap proses administrasi dan belum sampai ke penyidik bidang Tindak Pidana Khusus (Aspidsus).

“Laporan ini masih baru, masih berproses di bawah dan belum sampai ke Aspidsus,” ujarnya.

Masyarakat Sungai Rawa hanya bisa berharap adanya tindakan nyata sebelum kerusakan jalan semakin meluas dan kembali memakan korban. Di tengah derasnya aktivitas truk-truk bermuatan puluhan ton yang melintas setiap hari milik PT EPE, warga mempertanyakan sampai kapan keselamatan masyarakat harus dikorbankan dan siapa yang akan bertanggung jawab atas kerusakan jalan yang kian menganga di depan mata. **

Example 120x600