Beijing, Kompas 1 net – Iran berencana mengenakan biaya baru bagi kapal yang melintas di Selat Hormuz. Namun, China dan negara “bersahabat” lainnya akan mendapat “pertimbangan khusus”.
Pernyataan itu disampaikan Duta Besar Iran untuk China, Abdolreza Rahmani Fazli, dalam World Peace Forum di Beijing, Sabtu (5/7/2026).
Fazli menegaskan Iran akan bekerja sama dengan Oman untuk membuat “pengaturan baru” di selat tersebut.
“Sebagai negara yang wilayah perairannya mencakup Hormuz, kami pasti akan memungut biaya jasa,” kata Fazli yang dikutip AFP.
Ia menekankan biaya tersebut bukan “tol”. Alasannya untuk menjamin keamanan pelayaran, pengawasan kapal, dan menangani dampak lingkungan dari lalu lintas kapal yang masif.
Fazli juga menyebut akan ada “pertimbangan khusus” bagi China dan negara ramah lainnya dalam menentukan besaran dan jenis biaya jasa tersebut.
Pernyataan ini muncul di tengah negosiasi kesepakatan permanen antara Iran dan AS. Kesepakatan awal bulan lalu mengatur kapal niaga melintas gratis selama 60 hari.
Namun AS menolak keras jika Iran menarik biaya apapun dalam perjanjian final. Washington menilai Selat Hormuz adalah jalur pelayaran internasional.
Selama perang 4 bulan antara AS-Israel vs Iran yang dimulai akhir Februari lalu, Iran sempat menutup nyaris seluruh akses selat. Akibatnya harga energi dunia melonjak. Pada April, AS juga memberlakukan blokade laut di pelabuhan selatan Iran.
Di masa damai, 20% minyak mentah dan LNG dunia melewati Selat Hormuz. Iran dan Oman kini membentuk komite bersama untuk menentukan pengelolaan jalur vital ini ke depan.
Sumber : Al Jazeera & Reuters












