Example floating
Example floating
Ekonomi

Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Asprindo Jatim : UMKM Bangkit Kembali

50
×

Gelar Pameran Ekonomi Kreatif, Asprindo Jatim : UMKM Bangkit Kembali

Sebarkan artikel ini

Surabaya | Kompas 1 Net- Berbagai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur sudah menunjukkan geliat kembali. Hal itu tercermin pada Pameran Ekonomi Kreatif “Gebyar Merah Putih” yang diselenggarakan Asprindo (Asosiasi Pengusaha Bumiputera Nusantara Indonesia) DPW Jawa Timur di Convention Hall Tunjungan Plaza 26-28 Agustus 2022. Peserta yang membludak, seperti tidak menyisakan jejak pandemi Covid-19.

“Semoga ini benar-benar menunjukkan jika perekonomian kita, khususnya UMKM, sudah bangkit kembali,” harap Jose Rizal, Ketua Umum Asprindo, sesaat sebelum ia menyampaikan sambutan pada pembukaan pameran.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga S. Uno, yang menyampaikan sambutan melalui video, memberikan dukungan penuh pada penyelenggaraan pameran yang melibatkan ekonomi kreatif ini. “Dengan semangat kemerdekaan, kita rayakan dengan mengapresiasi pengusaha-pengusaha ekonomi kreatif. Kita bergandengan tangan mendukung pelaku UMKM agar dapat terus menghasilkan produk lokal yang memiliki daya saing global,” ujarnya.

Layak Mendunia

Pameran Ekonomi Kreatif Asprindo tahun ini juga menggandeng AP3 (Asosiai Pengusaha Perlengkapan Pernikahan). Pameran yang menghadirkan 200 lebih peserta pengusaha ekonomi kreatif ini umumnya bergerak di usaha yang terkait dengan disain produk acara pernikahan, kuliner, seni pertunjukan, dan fesyen – khususnya pakaian yang memanfaatkan kain-kain tradisional/wastra.

Jose Rizal mengungkapkan apresiasi tinggi terhadap pencapaian UMKM. Ia menyebut bahwa UMKM Surabaya layak mendunia. Salah satu yang membuatnya terkesan adalah peragaan busana oleh perancang yang juga sekaligus Ketua Asprindo DPC Banyuwangi, Isyam Syamsi, “Isyam ini, saya dengar sudah merambah panggung peragaan busana internasional. Rancangannya memang bagus sekali. Ia bisa memadukan wastra dengan disain kontemporer. Hasilnya adalah busana yang trendy, ‘ready to wear’.”

Jose mengingatkan bahwa agar UMKM bisa naik kelas, UMKM harus memikirkan orientasi ekspor, bersaing di pasar global sebagaimana yang disampaikan Menparekraf. Karena itu pelaku industri kreatif harus memiliki pemahaman yang cukup tentang tata cara perdagangan internasional. “Potensi UMKM Surabaya ini bukan main. Termasuk SDM-nya. Model-model yang ditampilkan tadi tidak kalah dengan model di Jakarta. Panggung hiburannya juga menampilkan entertainer yang tidak kalah dengan seninan Pattaya Bangkok, misalnya. Tapi kita perlu memberikan perhatian khusus menyangkut aspek pembenahan infrastruktur produksi, desain, kepemilikan sertifikasi internasional yang beraneka ragam, packaging dan branding, serta biaya logistik,” ujarnya.

Harapan ini disambut baik Ketua Asprindo DPW Jawa Timur, Eddy Surohadi. Eddy berharap pameran yang berlangsung ketiga kalinya ini benar-benar menjadi agenda tahunan Asprindo di Jawa Timur, yang mencatat perkembangan pencapaian UMKM dari tahun ke tahun, baik secara kuantitas maipun kualitas. “Saya berharap apa yang disampaikan Pak Menteri dan Ketum Asprindo agar UMKM dapat bersaing di pasar global, dapat benar-benar kami wujudkan. Tentu saja, ini butuh dukungan semua pihak,” pungkasnya.

 

Tim

Red Kompas 1 Net

Example 120x600
Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`