Example floating
Example floating
Berita

Demo di Disdikpora Kampar: Massa Desak Copot Kepsek SDN 42 Sungai Agung, Dugaan Pungli Dana BOS

16
×

Demo di Disdikpora Kampar: Massa Desak Copot Kepsek SDN 42 Sungai Agung, Dugaan Pungli Dana BOS

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

KAMPAR, Kompas 1 net – Puluhan mahasiswa Serikat Aktivis Mahasiswa Riau (SERAM RIAU) demo di kantor Disdikpora Kampar, Selasa 10/6/2026. Mereka desak copot Kepala SDN 42 Sungai Agung karena dugaan pungli dana sertifikasi guru hingga jual LKS Rp15 ribu ke siswa.

Dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi media ini, Koordinator Lapangan Muhammad Sopian bilang aksi ini bawa suara guru dan wali murid yang merasa tidak didengar. “Dunia pendidikan tidak boleh jadi ladang kepentingan pribadi,” tegas Sopian.

SERAM RIAU beberkan 4 dugaan di SDN 42 Sungai Agung:

1. Pungutan dana sertifikasi & tunjangan guru.

2. Dana BOS 2019-2026 tidak transparan.

3. Jual LKS ke siswa Rp15.000 per buku.

4. Nepotismeb: Kepsek dan bendahara diduga punya hubungan keluarga.`

Mereka tuntut 6 poin ke Disdikpora & Bupati Kampar:

1. Bentuk tim investigasi independen usut pungli sertifikasi.

2. Inspektorat audit Dana BOS 2019-2026 dan buka hasilnya ke publik.

3. Periksa dugaan jual LKS yang memberatkan siswa.

4. Evaluasi tata kelola keuangan sekolah terkait dugaan nepotisme.

5. APH turun tangan jika ada unsur korupsi & pungli.

6. Copot Kepala SDN 42 Sungai Agung demi objektivitas pemeriksaan.

Koordinator Aksi Pahot Matua, menambah jika pihaknya mengingatkan Disdikpora jangan lindungi oknum. “Jika benar ada pungutan hak guru dan dana BOS nggak jelas, itu pengkhianatan amanah rakyat,” katanya.

SERAM RIAU ancam gelar aksi jilid dua di kantor Bupati Kampar jika tuntutan diabaikan. “Pendidikan harus bersih dari pungli, korupsi, dan KKN,” tegas Pahot.

 

Sumber: Rilis

 

Catatan Redaksi; 

Kompas 1 net memberikan ruang ke Kepala Disdikpora Kampar dan Kepala SDN 42 Sungai Agung terkait tuntutan aksi ini, Berita akan diupdate.

Example 120x600