Riau, Kompas 1 net – Ketua Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau, Datuk Heri Ismanto, http://S.Th.I, menyampaikan himbauan penuh pituah kepada seluruh masyarakat Melayu Riau agar tetap menjaga marwah daerah di tengah situasi yang belakangan diwarnai berbagai polemik.
Dalam keterangannya, Datuk Heri menegaskan bahwa masyarakat Riau harus bersikap bijak dan tidak mudah terseret dalam persoalan yang bersifat kasuistik, apalagi yang menyangkut urusan personal atau kelompok tertentu.
“Orang beradat tidak mudah hanyut oleh riuh, tidak pula cepat terbakar oleh kabar. Kita diajarkan menimbang sebelum melangkah, menyaring sebelum berkata,” ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa marwah Riau bukan sekadar simbol, tetapi harga diri yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak latah mengikuti setiap isu yang belum jelas duduk perkara sebenarnya.
“Jangan kita menjadi ramai karena kabar, tetapi sunyi dalam kebenaran. Adat Melayu mengajarkan: yang kusut diselesaikan, yang keruh dijernihkan, bukan ditambah keruh oleh emosi,” lanjutnya.
Datuk Heri juga menegaskan bahwa Aliansi Masyarakat Adat Melayu (AMA) Riau tidak pernah menginstruksikan adanya gerakan atau aksi atas nama organisasi terkait persoalan yang sedang ramai diperbincangkan saat ini.
“Perlu kami luruskan, AMA Riau tidak mengeluarkan perintah atau instruksi gerakan apa pun terkait isu yang berkembang. Jangan sampai nama adat dipakai untuk kepentingan yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Di akhir penyampaiannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk kembali pada nilai-nilai kearifan Melayu: tenang dalam menghadapi persoalan, kuat dalam prinsip, dan bijak dalam bertindak.
“Kalau hendak menjaga negeri, jagalah akal dan hati. Jika hendak menjaga marwah, jagalah persatuan. Riau ini negeri beradat, bukan negeri gaduh,” tutupnya.
Editor : Redaksi









