Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Baznas Pelalawan Berkolaborasi Dengan Dinsos, Diskes, Rumah Sakit Selasih, RRD Bantu Pengobatan Operasi Usus Pecah Warga Tak Mampu.

27
×

Baznas Pelalawan Berkolaborasi Dengan Dinsos, Diskes, Rumah Sakit Selasih, RRD Bantu Pengobatan Operasi Usus Pecah Warga Tak Mampu.

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Pelalawan berkolaborasi dengan Dinas Sosial Pelalawan, Dinas Kesehatan Pelalawan,Rumah Sakit Selasih (Pemda Pelalawan) Lembaga Sosial Rumah Relawan Dhu’,afa (RRD) Pelalawan membantu warga tak mampu yang sedang menjalani operasi usus pecah di Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci Pelalawan,Riau..Selasa 21 Juni 2022.

Ketua Baznas Pelalawan melalui Wakil Ketua Baznas Pelalawan Ustadz Suardi, SHI, kepada awak media ini mengatakan,” kami berkolaborasi memberikan bantuan kepada warga yang kurang mampu.

Warga kurang tak mampu atas nama Aldo (18) Tahun warga Sumatera Utara yang saat ini berdomisili di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat,” ucapnya.

Saya (Suardi -red) bersama Kadis Sosial Erwin Romel dan Seketaris Rusdianto, Kanit Rehabilitasi Azlan Kadir, Direktur Rumah Sakit Dr.Irna,RRD Terjun langsung menjenguk warga (pasien) yang sedang mengalami usus pecah.

Saat ini, pasien (Aldo) sedang mendapat perawatan secara Insentif di rumah sakit Selasih Pangkalan Kerinci,” terang Suardi.

Lanjut Suardi, Kadis Sosial Erwin Romel menjelaskan,” warga tak mampu ini tidak memiliki BPJS dan hidup sebatang kara di Pelalawan. Sementara biyaya untuk hidup dan berobat tidak ada apa lagi untuk biyaya operasi usus pecah.

Pasien usus pecah (Aldo) warga pendatang dari Labuhan Batu Sumatera Utara hanya bekerja sebagai kuli bangunan, oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Pelalawan melalui Dinas Sosial membantu menanggung biyaya operasi usus pecah,” papar Suardi.

Wakil Ketua Baznas Pelalawan menambahkan,InsyaAllah Baznas Pelalawan akan membantu biaya kebutuhan hidupnya selama masa penyembuhan dan pendampingan berobatnya sesui SOP Baznas,” ucap Suardi.

Alhamdulillah, saat ini, Baznas Pelalawan sudah sangat aktip membantu pengobatan masyarakat yang kurang mampu, begitu pula kegiatan sosial lainnya tetap peduli terhadap masyarakat yang benar – benar membutuhkan bantuan (Sesuai SOP Baznas).

Sa’at ini, Baznas Pelalawan sangat membutuhkan kerja sama (Kolaborasi) dengan Pemda Pelalawan yaitu Dinas Sosial Pelalawan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit termasuk Lembaga Sosial seperti Rumah Relawan Dhu’afa Pelalawan, Donatur, Hamba Allah dan Perusahaan Swasta,”tuturnya.

Baznas Pelalawan saat ini tidak hanya membantu dibidang kesehatan, tapi di bidang lainnya tetap kita bantu.

Semangat membantu dan menolong umat juga semangat bekerja tidak boleh sedikit kendor, Imbuh wakil Ketua Baznas Pelalawan Ustadz Suardi,SHI.

Red/Edit/Dian.


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.