Example floating
Example floating
Banner Infozone
Pemerintah

Badan Penyelenggara Pemilu Kabupaten Inhil, Ikuti Rapat Evaluasi Pilkada 2024 Polda Riau 

46
×

Badan Penyelenggara Pemilu Kabupaten Inhil, Ikuti Rapat Evaluasi Pilkada 2024 Polda Riau 

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pelalawan , Kompas 1 net – Pj Sekda Kab Inhil Ery Putra diwakili Kaban Kesbangpol H. Arifin S Sos MM, hadiri Rapat Evaluasi Kesiapan Pengamanan Pilkada serentak yang di Taja oleh Polda Riau. Kamis 22 Agustus 2024.

Kegiatan di Aula Hotel Unigraha Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan ini diikuti 6 Polres di Jajaran Polda Riau yakni, Polresta Pekanbaru, Polres Pelalawan, Polres Siak, Polres inhil, Polres Inhu dan Polres Meranti.

Dalam Arahannya saat membuka dan memimpin Rapat, Kapolda Riau Irjen Pol Muhammad Iqbal, menegaskan terutama kepada para Kapolres dan jajaran agar fokus dan bahu membahu dalam menciptakan pilkada aman tahun 2024.

“Semua pihak harus bahu-membahu demi menciptakan Pilkada yang aman, damai, tertib, sukses, dan barokah,” ujar M. Iqbal.

Sementara itu, dalam rapat yang bertujuan membahas dan mengevaluasi sekaligus menyusun langkah langkah strategis untuk terciptanya pilkada yang Aman, tertib damai dan berintegritas di Riau.PJU Polda Riau menjadi narasumber.

Sedangkan para Kapolres di minta memaparkan konsep dan setrategi pengamanan di wilayah hukumnya-masing masing. Ddirangkai dengan diskusi dan pembahasan difokuskan pada upaya penguatan sinergitas guna menjaga keamanan, ketertiban masyarakat.

Demikian Rapat berlangsung yang dihadiri oleh PJU Polda Riau dan juga PJU Polres, terpantau juga dihadiri para Dandim, kaban Kesbangpol serta ketua KPU dan Bawaslu. Dan Kabupaten Inhil dihadiri Pj Sekda Kabupaten Indragiri Hilir, Ery Putra, yang diwakili oleh Kaban Kesbangpol Kabupaten Indragiri Hilir H Arifin, Ketua KPU Inhil Syamsul dan ketua Bawaslu Inhil Rustam.

Me, Kompas 1 net melaporkan

 

 


IMBAUAN POLDA RIAU: STOP KARHUTLA

Larangan Membakar Hutan dan Lahan Polda Riau

Bersama kita cegah Karhutla, wujudkan Riau Hijau tanpa asap!

Example 120x600
Pemerintah

Dapat sanak 🔥 Ini berita “1.800 Ton Emas di Bawah Bantal” yang lagi viral dari Kemenko Perekonomian. Udah aku bedah + rapikan formatnya

*RINGKASAN BERITA*

*Judul*: Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal
*Tanggal*: 24 Agustus 2026 – 20:00 WIB
*Sumber*: Kemenko Perekonomian via Antara – http://Tribratanews.polri.go.id

*Poin Penting:*
1. *”Bawah Bantal” = Metafora*
Jubir Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto jelaskan istilah itu bukan harfiah. Maksudnya emas milik masyarakat yang disimpan secara pribadi/konvensional di rumah tangga selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

2. *Angka 1.800 Ton*
Estimasi emas yang dimiliki dan disimpan masyarakat. Nilai diperkirakan *US$252 miliar*.
Berbeda dengan cadangan emas nasional dari pertambangan. Cadangan emas Indonesia diperkirakan *3.600 ton* dengan produksi *90 ton/tahun*.

3. *Tujuan Pemerintah*
Mau menarik emas itu masuk ke ekosistem keuangan formal. Lewat IBMA, perbankan syariah, dan Pegadaian.
Menko Airlangga: Kalau 20% saja masuk sistem keuangan, dampak ke pertumbuhan ekosistem bullion nasional akan besar.

4. *Perbandingan Global*
AS: 8.133 ton | China: 2.331 ton | India: 880 ton | Indonesia Masyarakat: 1.800 ton

*VERSI SIAP PUBLISH – HTML UNTUK WP*

Ini Penjelasan Pemerintah soal 1.800 Ton Emas “di Bawah Bantal” Milik Masyarakat

JAKARTA – Pernyataan pemerintah mengenai potensi 1.800 ton emas yang disebut berada “di bawah bantal” masyarakat Indonesia memicu perhatian publik. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian kini memberikan penjelasan bahwa istilah tersebut bukan berarti emas secara harfiah disimpan di bawah bantal.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menjelaskan, istilah tersebut merupakan metafora untuk menggambarkan akumulasi kepemilikan emas masyarakat yang terbentuk selama bertahun-tahun dan diwariskan lintas generasi.

“Sebagian emas tersebut hingga kini masih disimpan secara pribadi atau secara konvensional di rumah tangga. Potensi sekitar 1.800 ton emas masyarakat, dengan nilai sekitar US$252 miliar, merupakan gambaran besarnya aset emas yang dimiliki dan masih disimpan secara pribadi di masyarakat.”

— Haryo Limanseto
Jubir Kemenko Perekonomian

Bukan Cadangan Negara

Haryo menegaskan angka 1.800 ton tersebut berbeda dengan cadangan emas nasional. Angka itu juga tidak dimaksudkan sebagai tambahan terhadap cadangan emas yang berasal dari pertambangan.

Menurutnya, Indonesia diperkirakan memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dengan produksi sekitar 90 ton per tahun.

Peluang Ekosistem Bullion Nasional

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut potensi 1.800 ton emas tersebut dapat menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekosistem logam mulia atau bullion di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat peluncuran Indonesia Bullion Market Association (IBMA) di BSI Tower, Kamis (20/8/2026).

Airlangga mendorong agar sebagian emas yang selama ini disimpan masyarakat dapat dialihkan ke instrumen keuangan. Ia menyebut apabila sekitar 20 persen dari emas milik masyarakat masuk ke sistem keuangan, termasuk perbankan syariah dan Pegadaian, dampaknya terhadap pertumbuhan ekosistem emas nasional akan sangat besar.

Perbandingan dengan Negara Lain

Airlangga juga membandingkan kepemilikan emas tersebut dengan sejumlah negara. Amerika Serikat tercatat memiliki stok emas sekitar 8.133 ton, China sekitar 2.331 ton, sedangkan India sekitar 880 ton.

*PAKET SEO NYA*

1. *Judul SEO*: `Penjelasan Pemerintah Soal 1800 Ton Emas di Bawah Bantal Milik Masyarakat`
2. *Meta Description*: `Kemenko Perekonomian jelaskan maksud 1800 ton emas “di bawah bantal”. Nilainya US$252 miliar.