Example floating
Example floating
Ekonomi

Irigasi P3-TGAI Rp195 Juta di Meucat Aceh Utara Rusak

10
×

Irigasi P3-TGAI Rp195 Juta di Meucat Aceh Utara Rusak

Sebarkan artikel ini

ACEH UTARA, Kompas 1.Net – Sejumlah warga Desa Meucat, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, mengeluhkan kondisi bangunan saluran irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) yang dilaporkan kembali mengalami kerusakan, Jumat sore (6/11/2026).

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan nilai sekitar Rp195.000.000 tersebut dikerjakan oleh P3A Jaya Mandiri. Kondisi bangunan irigasi yang mengalami kerusakan menjadi perhatian masyarakat, mengingat fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pengairan persawahan warga.

Kondisi di Lapangan: Retak, Pecah, dan Terkelupas

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah bagian dinding saluran terlihat retak, pecah, dan terkelupas. Material beton tampak rapuh, agregat terlepas, dan pecahan bangunan berserakan di sekitar area persawahan.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa kondisi tanggul irigasi terlihat rusak. Bahkan, sejumlah bagian bangunan disebut berserakan di sekitar area persawahan.

“Kami berharap saluran ini bisa dipakai lama untuk mengairi sawah. Tapi baru sebentar sudah hancur seperti ini,” ujar warga tersebut.

Data Proyek Sesuai Papan Informasi

  • Nama Kegiatan: Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI)
  • Nama Pekerjaan: Peningkatan Jaringan Irigasi
  • Daerah Irigasi: Krueng Pase
  • Desa: Meucat
  • Kecamatan: Syamtalira Aron
  • Kabupaten: Aceh Utara
  • Provinsi: Aceh
  • Nilai Pekerjaan: Rp195.000.000 (Seratus Sembilan Puluh Lima Juta Rupiah)
  • Waktu Pelaksanaan: 90 Hari Kalender
  • Nomor Kontrak: HK.02.01/132/444/BWS.1.9.4/2026
  • Sumber Dana: APBN
  • Tahun Anggaran: 2026
  • Pelaksana: P3A Jaya Mandiri

Ditinjau dari Aspek Teknis dan Juknis P3-TGAI

Secara teknis, pekerjaan P3-TGAI wajib mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) P3-TGAI Kementerian Pekerjaan Umum, yang antara lain mengatur:

1. Kualitas Material: Penggunaan semen, pasir, kerikil, dan air harus sesuai spesifikasi. Campuran beton harus memiliki mutu yang direncanakan, tidak boleh menggunakan material kotor, berlumpur, atau agregat yang tidak dicuci.

2. Komposisi Adukan: Perbandingan campuran harus konsisten. Adukan yang terlalu banyak air atau kurang semen menyebabkan beton keropos, mudah retak, dan tidak kedap air.

3. Pekerjaan Bekisting dan Pengecoran: Bekisting harus rapat dan kokoh, pengecoran dilakukan secara menerus, dipadatkan, dan tidak boleh ada rongga / honeycomb.

4. Perawatan Beton (Curing): Setelah dicor, beton wajib dirawat dengan penyiraman minimal 7 hari agar mencapai kekuatan maksimal. Tanpa perawatan, beton akan retak dan rapuh.

5. Dimensi dan Profil Saluran: Lebar, tinggi, dan kemiringan saluran harus sesuai gambar rencana, agar air mengalir lancar dan tidak meluap.

6. Pelaksanaan Swakelola: P3-TGAI dilaksanakan secara swakelola oleh P3A dengan pendampingan Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) dan Konsultan Manajemen Balai. Pekerjaan tidak boleh dialihkan atau dikerjakan asal jadi tanpa pengawasan.

Dari dokumentasi foto di lokasi, terlihat indikasi awal yang patut diduga tidak sesuai juknis, antara lain: permukaan beton terkelupas, agregat kasar terlihat jelas dan tidak menyatu, serta struktur mudah patah. Namun, penyebab pasti kerusakan serta kualitas pekerjaan masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan teknis oleh pihak berwenang, termasuk uji mutu beton dan audit volume pekerjaan.

Warga Minta Diperiksa

Warga menduga pekerjaan pembangunan tidak dilaksanakan secara maksimal. Mereka meminta Balai Wilayah Sungai Sumatera I Banda Aceh, Satker Operasi dan Pemeliharaan SDA Sumatera I, serta pihak terkait untuk turun langsung ke lokasi, melakukan pemeriksaan, dan jika terbukti tidak sesuai spesifikasi, meminta pelaksana untuk memperbaiki sesuai juknis sebelum dilakukan serah terima akhir.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana dan pihak terkait masih dalam upaya konfirmasi.

Penulis: Ardi Jurnal
Editor: KA Perwil Aceh

Redaksi http://Kompas1.net membuka hak jawab seluas-luasnya kepada P3A Jaya Mandiri, TPM, Konsultan Manajemen Balai, dan Balai Wilayah Sungai Sumatera I. Hak jawab akan dimuat secara proporsional.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekonomi

Jakarta 07/10/2026 Kemenkeu perekonomian Indonesia awali Triwulan IV-2026 catatan menggembirakan tengah dinamika global penuh ketidakpastian perekonomian nasional terbukti tetap resilien tercermin tiga indikator penting dirilis awal Oktober 2026 inflasi terkendali neraca perdagangan terus surplus kembalinya aktivitas manufaktur zona ekspansi Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto sampaikan inflasi September 2026 tercatat 3,28 persen yoy masih dalam sasaran nasional 2,5 plus minus 1 persen inflasi inti melandai 2,84 persen yoy sedangkan inflasi Administered Prices AP turun 3,25 persen yoy antara lain dipengaruhi normalisasi mobilitas pascalibur sekolah dampak penyesuaian harga BBM nonsubsidi relatif terbatas komponen Volatile Food masih perhatian inflasi 5,03 persen yoy dipengaruhi dinamika permintaan penurunan produksi sejumlah komoditas hortikultura akibat cuaca ekstrem El Nino bencana alam Pemerintah terus perkuat koordinasi pusat daerah jaga pasokan kelancaran distribusi keterjangkauan harga khususnya menjelang akhir tahun jaga daya beli ketahanan pangan Pemerintah perkuat penyaluran PKH Tahap III Bantuan Pangan Beras 10 kg per bulan Oktober Desember 2026 percepatan SPHP beras medium Perum Bulog dilengkapi Gerakan Pangan Murah GPM optimalisasi Cadangan Beras Pemerintah CBP kerja sama antardaerah penguatan produksi melalui pengelolaan air jaringan irigasi pengaturan pola tanam pemanfaatan lahan produktif pemetaan wilayah rawan Early Warning System sisi eksternal neraca perdagangan Indonesia surplus kumulatif USD7,25 miliar Januari Agustus 2026 kinerja ekspor Januari Agustus 2026 ditopang besi baja USD19,18 miliar tumbuh 4,88 persen CPO turunannya USD17,75 miliar tumbuh 6,57 persen batu bara USD16,58 miliar tumbuh 4,31 persen ekspor industri pengolahan juga tumbuh 6,62 persen mencerminkan kontribusi hilirisasi kinerja ekspor sisi impor bahan baku penolong barang modal dominasi masing-masing USD133,38 miliar USD36,74 miliar total 91,3 persen impor peningkatan impor mesin peralatan mekanis 15,26 persen mesin perlengkapan elektrik 22,94 persen menunjukkan meningkat kebutuhan input produksi barang modal sejalan aktivitas produksi investasi domestik penguatan aktivitas manufaktur tercermin PMI Manufaktur September 2026 meningkat 52,4 dari 49,8 Agustus kembali berada zona ekspansi perbaikan didukung peningkatan pesanan baru produksi pertumbuhan pesanan ekspor masuknya proyek baru membaiknya daya beli September 2026 pesanan baru tumbuh laju tercepat sejak Februari 2026 sementara pesanan ekspor pertumbuhan tercepat sejak Mei 2022 samping itu penyerapan tenaga kerja pembelian persediaan input kembali meningkat sisi biaya inflasi harga input output melambat level terendah enam bulan sementara keyakinan pengusaha terhadap prospek produksi 12 bulan depan tetap tinggi ke depan kebijakan Pemerintah tetap diarahkan jaga daya beli dorong investasi produksi tingkatkan daya saing industri nasional dengan fondasi stabilitas terjaga aktivitas ekonomi kembali menguat kita ingin pastikan momentum ini berlanjut memberikan manfaat semakin luas bagi masyarakat pungkas Juru Bicara Haryo ekon dm al Kemenkeu.`